“Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja”


“PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA”
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia usaha yang semakin meningkat selaras dengan peningkatan kondisi perekonomian di Indonesia juga berarti adanya persaingan yang semakin ketat. Sebagian besar, suatu perusahaan memiliki tujuan yang sama yakni berorientasi untuk mendapatkan sejumlah laba semaksimal mungkin meskipun disamping misi-misi yang lainnya. Hal tersebut menjadikan topik yang berkenaan dengan sumber daya manusia akan tetap aktual dibicarakan sepanjang tahun, terutama yang berkaitan dengan produktivitas kerja karyawan, yang merupakan dasar dari pengembangan rumah sakit. Lebih-lebih untuk menyongsong era liberalisasi tahun 2020, dimana sejak dini harus dipersiapkan sumber daya manusia yang mampu untuk menerima kemajuan teknologi dan ketatnya persaingan dunia usaha.
Secara internal, dalam pengelolaan dan pembenahan manajemen sumber daya manusia menempati posisi yang strategis. Walupun didukung modal yang tinggi serta teknologi yang handal tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, maka tujuan yang ditetapkan mungkin untuk dicapai.
Didalam setiap orgnisasi manapaun dituntut untuk harus memberikan pelayanan yang bermutu dan berkualitas ditinjau dari segi manapun. Pengukuran produktivitas kerja karyawan digunakan sebagai sarana manajemen untuk menganalisis dan mendorong efisiensi, maka peningkatan produktivitas akan memberikan kemampuan yang lebih besar bagi perusahaan untuk memperbaiki pengupahan karyawannya, yang kemudian akan mendorong kegairahan dan semangat kerja karyawan.
Tingkat pendidikan, motivasi, usia dan pengalaman kerja karyawan baik baru maupun lama merupakan sebagian faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan profesionalitas karyawan dalam pekerjaannya dan menyesuaikan diri dengan perubahan dan pengembangan yang berlangsung sekarang ini. Dengan demikian jelaslah, bahwa tingkat pendidikan, motivasi, usia dan pengalaman kerja mempunyai peranan yang penting bagi perusahaan karena akan mempengaruhi tingkat produktivitas perusahaan. Mengingat pentingnya faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhiproduktivitas perusahaan guna mencapai tujuan, maka dalam penelitian ini penulis memberi judul “PENGARUH MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang yang disampaikan dimuka, makaperumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:Apakah pemberian motivasi dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan”.
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahiu “Apakah Pemberian Motovasi dapat Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan.
D. Manfaat Penelitian
Bagi Penulis
Diharapkan menambah khasanah pengetahuan dan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya terhadap sumber daya manusia. Sehingga nantinya diharapkan dapat mengaplikasikan ilmunya jika sudah terjun di dunia perusahaan.
Bagi Akademik
Sebagai bahan bacaan bagi masyarakat umum terutama dikalangan peneliti/ilmuan untuk meningkatkan dan melanjutkan serta mengembangkan kajian ilmiah ini melalui penelitian-penelitian selanjutnya.

E. Kajian Teori
1.Motivasi
Pengertian Motivasi
Menurut Manullang (1980) motivasi kerja adalah suatu faktor yang mendorong karyawan untuk melakukan tindakan tertentu yang mengarah pada suatu tujuan tertentu. Proses timbulnya motivasi dimana orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannnya yang tidak terpenuhi, menyebabkan orang akan mencari jalan untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh kekurangan-kekurangannya. (Suwarto, 1991).
Menurut As’ad (1987) motivasi adalah keinginan seseorang yangmendorong untuk beraktivitas karena berharap akan membawa pada keadaan yang lebih memuaskan daripada keadaan sekarang. Dengan motivasi orang akan terdorong untuk bekerja keras demi tercapainya tujuan yang diinginkan serta menggunakan keahlian dan kemampuan yang dimiliki untuk mencapainya (Mc. Clelland dalam Gibson,dkk:1990).
Motivasi kerja merupakan pemberian gaya penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang bekerja agar efektif dan terintegrasi dengan segala upaya untuk mencapai kepuasan (Winardi:2000). Motivasi dapat mempengaruhi dalam melakukan sesuatu yang diinginkan atau melaksanakan tugas sesuai aturannya (Martoyo:2004).
Pengembangan karir sangat dibutuhkan, baik oleh individu maupun organisasi karena pengembangan karir yang sudah ada dapat membawa asil yang memuaskan. Individu yang memiliki kesempatan akan Pengembangan karir akan cenderung melakukan pekerjaan dengan senang ati, tanpa beban dan sungguh-sungguh, yang pada gilirannya memotivasi kerja individu yang bersangkutan. Motivasi bukanlah suatu yang dapat diamati dan diukur secara langsung, tetapi dapat disimpulkan dari perilaku yang tampak. Sedangkan menurut T. R. Mitchell (1982) seperti dikutip Kreiner dan Kinicki (2000), motivasi adalah proses-proses psikologis yang meningkatkan dan mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan.
Jadi Motivasi adalah suatu proses untuk mempengaruhi atau mendorong seseorang agar melakukan sesuatu yang diingikan berdasarkan harapan sehingga sesuatu pekerjaan dapat terselesaikan secara efektif dan efisien.
Dari definisi diatas, maka motivasi dapat didefinisikan sebagai masalah yang sangat penting dalam setiap usaha kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi, masalah motivasi dapat dianggap simpel karena pada dasarnya manusia mudah dimotivasi, dengan memberikan apa yang diinginkannya. Masalah motivasi, dianggap kompleks, karena sesuatu dianggap penting bagi orang tertentu.
Faktor-faktor yang menimbulkan motivasi kerja (Yuliasari:2005) :
Dorongan material (misal: uang, barang)
Kesempatan untuk mendapatkan kehormatan (misal: prektise, upah,
imbalan dan kuasa perorangan)
Syarat-syarat pekerjaan yang diinginkan (misal: lingkungan bersih dan
tenang)
Kebanggaan akan pekerjaan (baik untuk keluarga maupun orang lain)
Kesenangan individu dalam hubungan sosial dan organisasi
Karyawan turut serta dalam sebagian kegiatan-kegiatan yang penting
dalam perusahaan.
Adapun model motivasi dibagi menjadi tiga yaitu:
Model Tradisional Menurut Fredyck Taylor, bahwa para menajer mendorong atau memotivasi para pekerja agar lebih banyak berproduksi dengan cara memberikan imbalan berupa upah atau gaji yang semakin meningkat.
Model Hubungan Manusia Elton Mayo dan peneliti hubungan manuasi lainnya bahwa kontrakkontrak sosial atau hubungan kemanusiaan dengan karyawan
Model Sumber Daya Manusia Bahwa para pekerja termotivasi oleh banyak faktor, tidak hanya uang atau keinginan untuk berprestasi dan mendapat pekerjaan yang berarti.
Teori-teori motivasi
Teori Kepuasan
Teori ini memusatkan pada faktor-faktor didalam individu yang mendorong, mengarahkan, mempertahankan dan menghentikan perilaku. Mereka mencoba untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan spesifik yang memotivasi orang. Terori ini memusatkan diri pada kebutuhan individu didalam menjelaskan kepuasan kerja, perilaku kerja dan sistem imbalan. Teori ini menyatakan, bahwa defisiensi kebutuhan didalam diri individu memacu suatu respon perilaku.
Prestasi Kerja
Manusia sebagai karyawan yang menjadi sumber daya manajemen yang sangat penting harus dapat dimanfaatkan secara cermat, efektif dan utuh. Oleh karena itu, perusahaan mengupayakan agar tenaga kerja yang ada dapat bekerja sesuai dengan bidang dan keahliannya. Suatu perusahaan akan berjalan lancar apabila para karyawan ikut serta dalam meningkatkan perusahaan dan tentunya perusahaan akan berusaha memberikan atau memenuhi kebutuhan para karyawan yang ikut serta memajukan perusahaan.
2.Produktivitas Kerja
Pengertian Produktivitas
Akhir-akhir ini produktivitas merupakan masalah yang sedanghangatdibicarakan, karena produktivitas mempunyai peranan yang sangatpenting dalam pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan. Menurutpendapat Ravianto (1985:16), bahwa produktivitas mengandung sebuahpengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu. Pengertian di atas menunjukkan bahwa ada kaitan antara hasil kerja dengan waktu yang dibutukan untukmenghasilkan produk dari seorang tenaga kerja.Menurut Suprihanto (1992:7), produktivitas diartikan sebagai kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu atau diartikan juga sebagai perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output).
Menurut Simanjuntak (1985:30) Produktivitas mengandung pengertian filosofis, definisi kerja, dan teknis operasional. Secara filosofis, produktivitasmengandung pengertian pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan. Keadaan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan mutukehidupan lebih baik dari hari ini.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa produktivitastenaga kerja sangat tergantung pada satuan masukan yang diberikan olehtenaga kerja dan satuan keluaran yang dihasilkan oleh tenaga kerjatersebut. Satuan masukan dan satuan keluaran pada produktivitas tenagakerja hanya tenaga kerja itu sendiri dan hasilnya. Seorang tenaga kerjayang produktif adalah tenaga kerja yang cekatan dan menghasilkan barangdan jasa sesuai mutu yang ditetapkan dengan waktu yang lebih singkatatau bila tenaga kerja tersebut mampu menghasilkan produk atau outputyang lebih besar dari tenaga kerja yang lain dalam waktu yang lama.
Masalah produktivitas kerja tidak dapat terlepas dari hak setiaptenaga kerja untuk memperoleh kesempatan kerja demi kehidupan yanglayak sebagai manusia. Hak untuk dapat menikmati kehidupan yang layakbagi tenaga kerja tidak mungkin dapat diperoleh tanpa jaminan atau upahyang cukup dengan didukung oleh adanya produktivitas tenaga kerja yang tinggi.
Pengukuran Produktivitas
Pengukuran produktivitas menurut Sinungan (1997:23), dalam arti perbandingandapat dibedakan dalam tiga jenis antara lain :
Perbandingan-perbandingan antara pelaksanaan sekarang dengan pelaksanaan secara historis yang tidak menunjukkan apakahpelaksanaan sekarang ini memuaskan namun hanya mengetengahkanapakah meningkat atau berkurang serta tingkatannya.
Perbandingan pelaksanaan antara satu unit (perorangan, tugas, seksi,proses) dengan lainnya. Pengukuran ini menunjukkan pencapaianrelatif.
Perbandingan pelaksanaan sekarang dengan targetnya, dan ini merupakanhal yang terbaik sebagai pemusatan sasaran/tujuan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Faktor yan mempengaruhi produktivitas kerja dapat digolongkan pada tiga kelompok yaitu :
1) Yang menyangkut kualitas dan kemampuan fisik karyawan
2) Sarana pendukung
3) Supra sarana
Manfaat Produktivitas
1. Manfaat mikro adalah :
Penurunan ongkos-ongkos per unit
Peningkatan kontribusi pajak dan pemerintah
Penghematan sumber-sumber daya masukan
Menunjang hubungan kerja lebih baik
Peningkatan kualitas produk atau jasa yang dihasilkan
Peningkatan daya bayar dan motivasi
2. Manfaat makro adalah :
Membuka kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penghasilan dan penurunan harga-harga dan jasa di pasar.
Penghematan sumber daya alam. Perbaikan keadaan kerja dan mutu hidup termasuk jam kerja yang perpendek. (Aroef, 1986:13
F.Hipotesis
Hipotesis adalah kesimpulan, tetapi kesimpulan itu belum final masih harus dibuktikan kebenarannya (Djarwanto, 1996). Tujuan penelitian menggunakan hipotesa adalah agar dalam kegiatan penelitian tersebut peneliti berfokus hanya pada informasi atau data yang diperlukan bagi penguji hipotesis. Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
Produktivitas Kerja karyawan dapat dipengaruhi oleh seberapa faktor dianntaranya dengan pemberian motivasi dapat berupa dorongan materi berupa pemberian penghargaan,kenaikan pangkat,dorongan materil(upah) dll.
Pemberian motivasi dapat membangkitkan semangat kerja seorang karyawan dalam mengerjakan tugas demi meningkatkan mutu dan kualitas
Karyawan mebutuhkan motivasi untuk meningkatkan produktivitas kerja yang diharapkan.
Motivasi yang berlebihan malah akan menurunkan produktivitas kerja.

G.Metode Penelitian
a). Metode Penelitan
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif,maksudnya adalah memusatkan penelitian pada masalah-masalah yang aktual yaitu pada masalah masa sekarang ini.Data diperoleh dikumpulkan,disusun,dijelaskan dan dianalisis.
b). Sumber Data
Data Primer
Data primer adalah sumber data yang diperoleh atau dikumpulkan secara langsung di lapangan oleh seorang yang melakukan penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya (Sugiyono, 1999:129). Dalam hal ini data primer yang diperlukan meliputi data mengenai motivasi.
Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari tempat dilaksanakan penelitian tersebut.
c). Metode Pengumpulan Data
Observasi
Yaitu pengumpulan data dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung pada Rumah Sakit dan melakukan pencatatan secara cermat dan sistematik.
Interview
Yaitu pengumpulan data dimana peneliti mengajukan tanya jawab dengan pimpinan perusahaan atau staff yang ditunjuk guna melengkapi keterangan tentang masalah yang diteliti dan juga memberikan data yang diperlukan.
Dokumentasi
Adalah melihat catatan mengenai data-data yang ada hubungannya dengan penelitian.
Kepustakaan
Mencari data pada laporan-lapaoran,refensi,dan buku-buku yang ada.
d). Populasi dan Sample
Populasi
Populasi adalah keseluruhan dari subyek penelitian (Arikunto Suharsini, 1998). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sample yang dikumpulkan sebayak 30 sampel.
Sampel dan Tehnik Sampling
Sampel merupakan bagian dari populasi yang diteliti. Apabila populasi kurang dari 100, lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi (Arikunto, 1998:120). Sedangkan teknik penelitian ini menggunakan tehnik random sampling, yaitu pengambilan sample secara acak.

H.Hasil Penelitian dan Pembahasan

Variabel Penelitian
Variabel bebas/independent (X) = Motivasi

Motivasi (X) didefinisikan : suatu cara yang untuk memberikan dorongan kepada karyawan untuk bekerja semaksimal mungkin.
Variabel ini akan di ukur melalui indikator-indikator sebagai berikut :
Metode penyajian atau penyampaian
Media yang digunakan
Objek sasaran
Variabel terikat/dependen (Y) = Volume penjualan

Produktivitas kerja (Y) didefinisikan : perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran sertatenaga kerja persatuan waktu.
Variabel ini akan diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut :
Banyaknya hasil yang dicapai
Sedikitnya hasil yang dicapai

Hasil Data Olahan Tanggapan Responden Terhadap Pemberian Motivasi (X) dengan Peningkatan Produktivitas Kerja (Y)
No X Y x^2 y^2 XY
1 37 42 1369 1764 1554
2 34 43 1156 1849 1462
3 31 40 961 1600 1240
4 35 39 1225 1521 1365
5 32 41 1024 1681 1312
6 36 40 1296 1600 1440
7 35 40 1225 1600 1400
8 33 44 1089 1936 1452
9 34 44 1156 1936 1496
10 35 45 1225 2025 1575
11 33 42 1089 1764 1386
12 37 41 1369 1681 1517
13 34 42 1156 1764 1428
14 34 42 1156 1764 1428
15 36 44 1296 1936 1584
16 36 41 1296 1681 1476
17 34 42 1156 1764 1428
18 33 44 1089 1936 1452
19 35 42 1225 1764 1470
20 34 43 1156 1849 1462
21 33 43 1089 1849 1419
22 33 42 1089 1764 1386
23 34 45 1156 2025 1530
24 35 43 1225 1849 1505
25 33 41 1089 1681 1353
26 36 42 1296 1764 1512
27 33 42 1089 1764 1386
28 34 45 1156 2025 1530
29 32 43 1024 1849 1376
30 35 39 1225 1521 1365
∑ 1026 1266 35152 53506 43289
Sumber data : Data ini diambil melalui sumber sekunder atau melalui tangan kedua.

Analisa Korelasi
Untuk mengukur kuat tidaknya korelasi antara variabel X (Motivasi) dan variabel Y (Produktivitas Kerja),maka dapat mengunakan Korelasi (r) dengan rumus :

r=(n∑xy-(∑x)(∑y))/(√({n∑x^2 )-(∑〖x)〗^2 } {n∑y^2-(〖∑y)〗^2})
Hipotesis yang di ajuhkan dalam pengujian ini adalah :
Ho : r = 0, tidak ada pengaruh antara promosi dengan volume penjualan.
Ha : r > 0, terdapat pengaruh antara promosi dengan volume penjualan.
Kriteria pengujian hipotesis adalah tolak Ho jika r > 0
Analisis korelasi variable X dan Y

r = (30(43289)-(11026)(1266))/√(({30(35152)-(1026)^2 ) }{30(53506)-(1266)^2 } )
= (1298670-1298916)/√((1054560-1052676)(1605180-1602756))
= (-246)/√((1884)(2424) )
=(-246)/√4566816
=(-246)/2137,001 = -0.151146
PRE=r^2=(0.151146)^2=0.0228451=0.0223
Dari perhitungan diatas menggunakan analisa korelasi sederhana product moment,diperoleh r=-0.151146,ini menunjukan tidak ada hubungan negative antara Pemberian Motivasi dengan Peningkatan Produktivitas Kerja.
Uji Signifikan Koefisien Korelasi
Hipotesis yang digunakan sehubungan denganpengujian signifikansi ini adalah :
Ho : t hitung ≤ t tabel, hubungan variabel promosi dengan variabel volume penjualan Tidak signifikan.
Ha : t hitung > t tabel,hubungan variabel promosi dengan variabel volume penjualan Signifikan.
Rumus yang di gunakan adalah uji signifikan t sebagai berikut :

t=(-0.151146√(n-2))/√(1-(〖-0.51146)〗^2 )
Setelah didistribusikan maka diperoleh :
t=(-0.151146√(n-2))/√(1-(〖-0.51146)〗^2 )
= (-0.151146√28)/√(1-(〖-0.51146)〗^2 ) = (-0.151146(5.29150))/√0.9771549
= (-0.7997895)/√0.9771549
=-0.8184879
Untuk uji signifikan ini digunakan α = 0.05, dengan n = 30-2 =28.Apabila t hitung =-0.8184879 dikonsultasikan dengan t table = 1,701 berarti Ha ditolak Ho diterima.
Dikarenakan t table t table = 1,701> t hitung =-0.8184879.Jadi Ho t hitung ≤ t tabel, hubungan variabel promosi dengan variabel volume penjualan Tidak signifikan.
Hal ini berarti hubungan kedua variable tidak Signifikan.

Selanjutnya korelasi antara promosi dan volume penjualan da[at terlihat pada tabel interpretasi ( Guiford ) berikut ini :
Besarnya nilai R Interpretasi
Antara 0.800 s/d 1.000 Tinggi
Antara 0.600 s/d 0.800 Cukup tinggi
Antara 0.400 s/d 0.600 Agak rendah
Antara 0.200 s/d 0.400 Rendah
Antara 0.000 s/d 0.200 Sangat rendah (tidak berkolerasi)
Berdasarkan hasil perhitungan,maka nilai korelasi uji adalah =-0.151 apabila dikonsultasikan dengan tabel interpretasi nilai korelasi Guildford tersebut diatas,maka berada pada koreksi tidak berkorelasi atau sangat rendah.
Untuk meluhat lebih jauh hubungan antara pemberian motivasi dengan peningkatan produktivitas kerja terlihat pada analisis koefisien determinasi atau proportional reduction of error PRE=r^2=(0.151146)^2=0.0228451=0.0223= 2.23%.Hal ini memberikan petunjuk bahwa pengaruh pemberian motivasi dengan peningkatan produktivitas kerja adalah hanya 2.23% dipengaruhi oleh motivasi sisanya 97,77% dipengaruhi oleh beberapa factor lain.

Analisa Regresi Antara Pemberian Motivasi dengan Peningkatan Produktivitas Kerja
Hubungan antara pemberian motivasi dengan peningkatan produktikvitas kerja dapat diketahui dengan melihat dalam suatu persamaan garis lurus sebagai berikut :
Y = a + bx
Dimana koefisien regresi a dan b untuk regresi linier dihitung sebagai berikut :
= ((∑y)(∑x^(2)-()∑x)(∑xy))/(n∑x^(2-(∑) 〖x)〗^2 )
=((1266)(35152)-(1026)(43289))/(30(35152)-〖(1026)〗^2 )
=(44502432-44414514)/(1054560-1052676)
=87918/1884 = 56.67

=(n∑xy-(∑x)(∑y))/(n∑x^(2-(∑) 〖x)〗^2 )
=(30(43289)-(1026)(1266))/(30(35152)-(〖1026)〗^2 )
=(1298670-(1026)(1266))/(30(35152)-〖(1026)〗^2 )
=(1298670-1298916)/(1054560-1052676)
=(-246)/1884 =-0.13505=-0.135
Dari perhitungan diatas maka diperoleh kostanta a=56.67 dan koefisien arah b=-0.135.Dengan hasil ini,maka regresi Penerapan Pemberian Motivasi(X) atas Peningkatan Produktivitas kerja (Y) :
Y=56.67+(-0.135)x= -56.67
Dari perhitungan regresi diatas,dapat ditarik kesimpulan bahwa apabila penerapan Pemberian Motivasi dengan Peningkatan Produktivitas Kerja dinaikan satu skalah maka peningkatan produktivitas kerja akan berkurang 0.135%.Dengan kata lain meningkatkan motivasi sebesar 100% akan menurunkan produktivitas kerja sebesar 0.135%.

I.Penutup
I.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitan dari populasi dan sampel yang telah dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa Pemberian Motivasi tidak akan meningkatkan produktivitas kerja karyawan hal ini ditunjukan oleh Dikarenakan t table t table = 1,701> t hitung =-0.8184879.Jadi Ho t hitung ≤ t tabel, hubungan variabel promosi dengan variabel volume penjualan Tidak signifikan.
Dengan meningkatkan pemberian motivasi berupa pemberian penghargaan,upah dan dorongan materil tidak akan meningkatkan produktivitas kerja artinya tingkat produktivitas sebelumnya dikatakan cukup produktiv,hal ini dibuktikan dengan Analisa Regresi antara Pemberian Motivasi dengan Peningkatan Produktifitas Kerja yang menurun 0.135%.Ini dikarenakan Motivasi bukanlah factor yang dominan dalam peningkatan Produktivitas Kerja.
I.2 Saran
Bertolak dari kesimpulan penelitian maka penulis mencoba memberikan masukan atau pertimbangan berupa saran-saran sebagai berikut :
Pemberian Motivasi yang berlebihan akan menurunkan produktivitas kerja yang artinya motivasi bukanlah factor yang dominan dalam meningkatakan produktivitas keja.
Kemungkinan ada beberapa factor lain yang dominan yang mempengaruhi Produktivitas kerja antara lain Tingkat Pendidikan,Usia dan Sarana/Prasarana.

DAFTAR PUSTAKA
Alfred R. Lateiner, dan JE. Lavine, 1983. Teknik Memimpin Pegawai dan Pekerja. Jakarta: Aksara Baru.
Bambang Kusriyanto. 1993. Meningkatkan Produktivitas Karyawan. Jakarta. PT.Pustaka Binaman Pressindo.
Basu Swastha, Dh dan Ibnu sukotjo W, 1995, Pengantar Bisnis Modern, Liberty,Yogyakarta
Buchari Zainun. 1994. Manajemen dan Motivasi.Jakarta: Balai Aksara.
Handari Nawawi, 1990. Administrasi Personel untuk Peningkatan ProduktivitasKerja. Jakarta: Haji Masagung.
J. Ravianto. 1986. Pengukuran Produktivitas. Yogyakarta: Kanisius.
Komaruddin. 1992. Manajemen Pengawasan Kualitas Terpadu suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.
Rusli Syarif. 1991. Produktivitas. Jakarta: Depdikbud.
Manullang, S. 1993. Produktivitas Apa dan Bagaimana. Jakarta: Bina Aksara.
Moh As’ad, 1999, Psikologi Industri, Liberty, Yogyakarta
Moekijat. 2002. Dasar-DasarMotivasi. Bandung: Pioner Jaya.
Onang Uhjana. 1987. Minat dan Motivasi Kerja dalam Perekonomian. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Payman J Simanjuntak, 1987. Tenaga Kerja, Produktivitas dan Kecenderungan.
Jakarta: SIUP.
Reksohasidiprodjo. 1989. Organisasi Perusahaan-Teori Struktur dan Perilaku.
BPFE. Yogyakarta
Riyadi. 2000. Motivasi dan Pelimpahan Wewenang sebagai variabel Moderatingdalam Hubungan antara Partisipasi Penyusunan Anggaran dan KinerjaManajerial. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s