Pancasila adalah jiwanya bangasa Indonesia jika benar jiwa kita pancasila, kita harus bisa memegang teguh prinsip pancasila karena yang memegang teguh prinsip pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari baik kita sebagai anak di lingkungan Keluarga,sebagai Mahasiswa di Lingkungan Kampus/Universitas,sebagai Sahabat/teman dilingkungan kita bergaul,Ataupun disituasi manapun dimana kita berada,sebagaimana status kewarganegaraan kita sebagai Warga Negara Indonesia yang patut menjunjung tinggi Pancasiala Sebagai Ideologi Dasar Bangsa Indonesia yang sejak 1945 menjadia tolak piker ukuran sikap Nasionalisme dan Kebangasaan Kita.
Dalam Kehidupan saya sehari-hari banyak dijumpai berbagai perbedaan agama ada yang mendasar bahkan ada yang cukup menonjol dimana misalakan dalam Kehidupan saya di Lingkungan Bergaul,saya menemukan bebagai perbedaan agama yang mendasar tetapi kesatuan yang dimiliki setiap anggota masyarakat tetap kokoh meskipun mengetahui pribadi masing-masing berada dalam ruang lingkup perbedaan agama.Tetapi hal itu bahkan yang memperkuat Persatuan dan Kesatuan kita sebagai bangsa,bahwa kita tetap menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa,kita tetap Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa,bahkan hal yang mendasar yang sering saya jumpai adalah sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.Jadi Bisa diakatakan sebagaimana diatur dalam sila pertama “Ketuahan yang Maha Esa” kita bahkan sebagian besar hampir seluruh Lingkup masyarakat merupakan masyarakat yang beragama bahkan mengganggap agama sebagai amal dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ruang lingkup kampus dimana saya belajar,menuntut ilmu dan status saya sebagai mahasiswa,saya merasa disinila saya sangat menjunjung tinggi Pancasila.Sikap kemanusiaan kita sebagai anak mudah sangat dituntut pertanggung jawabannya,Kita harus mengakui perbedaan suku,bangsa,agama yang cukup menonjol, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.Mengingat dalam lingkungan kampus terdapat berbagai keragaman budaya yang dari dulu saya jarang untuk menjumpai sehingga ini menjadi pengalaman baru bagi saya.Saya melihat nilai kemanusiaan yang dimiliki tiap mahasiswa cukup tinggi dimana pada waktu yang tidak terduga teman saya mengalami musibah saya bahkan merasa iba dan sangat ingin membantu tetapi bukan hanya saya teman-teman mahsiswapun ikut menunjukan rasa iba mereka dengan mengumpulkan dana tanpa mengenal rasa malu untuk teman yang sedang mengalami musibah.Adapun kegiatan Tahunan setiap mahasiswa dengan melakukan kegiatan social untuk sesama ataupun kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ini menujukan sebagaimana yang terlulis dalam sila ke dua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradap” dimana para mahasiswa Mengembangkan sikap saling mencintai sesame, Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, dan Menjunjung tinggi nilai-nilai .
Adapun Nilai lebih dari Pancasila yang saya lihat telah diamalkan dalam kehidupan saya adalah dengan menjunjung tinggi Persatuan dan Kesatuan,seta kebersamaan.Sebagaimana yang tertera dalam sila ke tiga “Persatuan Indonesia”.Dimana didalam lingkungan kampus sering dijumpai kebersanmaan setiap orang,mislakan diberikan Tugas Kelompok dengan sendirinya kebersamaan yang dimiliki mahasiswa muncul bekerjas-sama bukan untuk kepentingan pribdi tetapi untuk kepentingan bersama bekerja-sama untuk mencapai tujuan bersama.Ini menunjukan Rasa persatuan dan kesatuan kita.
Sebagaimana yang tercantum dalam sila ke empat “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”.Dimana setiapa masyarakat memiliki kedudukan dan kewajuban yang sama, dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak dibedakan oleh hak apapun.Didalam masyarakat Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Menghargai karya orang lain selalu saya laksanakan ini demi menjunjung tinggi nilai pancasila yang terkamdum dalam Sila Ke Lima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
Pancasila sebagai pandangan-dunia (World-view) alias ideologi bangsa Indonesia harus diresapi oleh seluruh elemen bangsa. Namun ideologi hanya bisa kuat bila berlandaskan basis epistemologis yang kukuh juga. Kalau orang Indonesia masih berpikir relativis, akhirnya percuma juga ngapalin semua butir itu… Lha wong penafsirannya tergantung pada masing-masing kita (bahasa kerennya: dikembalikan kepada masing-masing individu).
Kita musti menguatkan Ideologi Pancasila dengan membiasakan berpikir benar dan mengakar / filosofis… Kita sebagai bangsa Indonesia bukan hanya sekedar tau sila-sila pancasila tetapi harus mengimplementsikan dalam kehidupan sehari-hari meskipun dalam penerapan kita mempunyai pikiran yang berbeda-beda.