PROFIL ALFRED MARSHALL (1842-1924)

Alfred Marshall bapak ilmu ekonomi Neoklasik (1890) dan terkenal sebagai tokoh ekonomi saat itu dan salah satu tokoh yang paling berpengaruh, beliau lahir di Bermondsey, wilayah sub urban kelas pekerja London tahun 26 July 1842. Ayahnya adalah juru tulis di Bank Inggris, ibunya adalah anak seorang penjual daging. Meskipun keluarga ini tidak kaya, mereka sangat menghargai pendidikan dan mengirimkan Marshall ke sekolah yang baik. Dan ia menjalani pendidikan di Sekolah Merchant Taylor, Northwood dan St John’s College, Cambridge, di mana ia menunjukkan sebuah bakat dalam matematika, meskipun ayahnya menekankan pada sastra klasik dan bahas, tetapi Marshall lebih tertarik kepada matematika dibanding ilmu-ilmu kemanusiaan.

Dengan bantuan keuangan dari pamannya, Marshall masuk ke Universitas Cambridge dimana ia belajar matematika, filsafat dan ekonomi politik. Ketertarikannya pada filsafat sangat kuat. Tetapi Marshall memutuskan untuk mengkhususkan diri dalam bidang ekonomi.

Setelah menerima gelar dalam ilmu moral (saat itu tidak ada gelar ekonomi di Camridge). Dia menjadi profesor di 1868 yang dalam politik ekonomi.. Pada awal karirnya, Alfred Marshall adalah ilmuwan dan pengajar di bidang falsafah (khususnya mengenai segi logika dan etika) dan matematika. Dalam perkembangan selanjutnya ia tertarik pada ilmu ekonomi dan kemudian seluruh perhatiannya dipusatkan pada perkembangan teori ekonomi. Sementara itu, ia selalu menempatkan pemikiran ekonomi dalam kaitannya dengan relevansi masalah ekonomi yang dipantaunya dalam kehidupan masyarakat. Pengaruhnya tidak terbatas pada kalangan sesama rekan ahli dari zamannya, melainkan berlangsung terus sampai selama tiga dasawarsa yang pertama dalam abad XX Dia ingin meningkatkan kekakuan matematika ekonomi dan mentransformasi menjadi lebih ilmiah, sehingga Marshall mengajar selama sembilan tahun di St John’s College di Cambridge.

Marshal menikahi Maria Palley pada tahun 1877, Maria Palley tersebut adalah muridnya. Pada 1879 ia menulis tentang perdagangan internasional dan masalah protektionisme., banyak sistem tersebut telah bekerja bersama dalam judul The Pure Theory of Foreign Trade: The Pure Theory of Domestic Values. Tetapi setelah itu, dia dipaksa mengundurkan diri dari St John’s tersebut untuk mematuhi peraturan bujangan di universitas karena ia diketahui menikahi muridnya, Mary Palley Marshall yang kelak ikut membantu menulis The Economics of Industry 1879.

Ia kemudian mengajar sebentar di Bristol dan di Balliol College, Oxford. Marshall mencapai ukuran popularitas dari pekerjaan ini, dan setelah kematian William Jevons pada 1881. Ketika Marshall kembali ke Universitas Cambridge tahun 1885 untuk menjadi professor ekonomi politik, ekonomi masih menjadi bagian dari kurikulum ilmu-ilmu moral dan sejarah. Ekonomi hanya merupakan mata kuliah yang harus diambil oleh sejarawan dan ahli filsafat untuk mendapat gelar kesarjanaan mereka. Marshall mulai membuat ilmu ekonomi sebagi bidang studi yang mandiri dan terpisah, yanh memiliki standar ilmiah yang sama tingginya dengan ilmu-ilmu fisika dan biologi. Tapi Marshall ingin ilmu ekonomi menjadi ilmu praktis, membantu pejabat pemerintah dan pemimpin bisnis dalam pembuatan keputusan penting.

Pada tahun 1903 upaya ini berhasil, sebuah jurusan dan gelar dibidang ekonomi dibuka di Universitas Cambridge. Institusi akademik lainnya segera mengikuti jejak Cambridge, dan ilmu ekonomi menjadi disiplin yang diakui di seluruh dunia. Manusia di dunia bisa menekuni ilmu ekonomi dan belajar gagasan-gagasan yang diperkenalkan oleh Alfred Marshall. Karena alasan inilah Marshall menjadi ahli ekonomi yang paling terkemuka dewasa ini. Namun karirnya ini hanya sampai pada tahun 1908, karena ia mengundurkan diri pada tahun tersebut yang diakibatkan oleh permasalahan kondisi kesehatannya. Mahasiswanya di Cambridge menjadi tokoh ekonomi, termasuk John Maynard Keynes dan Arthur Cecil Pigou.

Hampir disepanjang masa dewasanya Marshall hidup tetutup dan setelah mengundurkan diri dari Cmabridge penyakitnya semakin kompleks, iamenderita tekanan darah tinggi, penyakit batu empedu dan ketegangan saraf, hingga akhirnya dia meninggal karena serangan jantung dalam keadaan lumpuh pada tanggal 13 July 1924 in Cambridge, Inggris, dua minggu sebelum ulang tahunnya yang ke 82.

II. KARYA ILMIAH ALFRED MARSHALL

§ Elements of Economics of Industry, London, Macmillan, 1879.

§ Principles of Economics (1890), London, Macmillan, edisi kedelapan ,1920.

§ “National Taxation after the War,” dalam W.H.Dawson (ed.), After-War Problems, London, Allen & Unwin, 1979, hml. 313-45

§ Industry and Trade, London, Macmillan, 1919.

§ Money, Credit, and Commerce, London, Macmillan, 1923.

§ The Pure Theory of Foreign Trade, London, London School of Economics and Political Science, 1930.

§ The Early Writings of Alfred Marshall, 1867-1890, 2 vol., ed. John K, Whitaker, New York, Free Press, 1975.

§ “Mr Jevons’s Theory of Political Economy”, 1872, Academy .

§ “A Note on Jevons” , 1874, Academy .

§ “The Future of the Working Classes”, 1874, Eagle

§ “On Mr. Mill’s Theory of Value”, 1876, Fortnightly Review

§ The Economics of Industry , with Mary Paley Marshall , 1879..

§ The Pure Theory of Foreign Trade , 1879.

§ The Pure Theory of Domestic Values , 1879.

§ ” Review of FY Edgeworth’s Mathematical Psychics “, 1881, Academy ( PDF version )

§ “Where to House the London Poor”, 1884, Contemporary Review

§ “On the Graphical Method in Statistics”, 1885, Jubilee Volume of Royal Statistical Society

§ “Preface”, 1885, in W. Bagehot , Postulates of Political Economy

§ “Remedies for Fluctuations of General Prices”, 1887

§ “Preface”, 1887, in L. Price, Industrial Peace

§ Presidential Address before the Co-operative Congress , 1889

§ “Some Aspects of Competition”, 1891, Report of British Association for Advancement of Science .

§ Elements of the Economics of Industry , 1892.

§ “The Poor Law in Relation to State-Aided Pensions”, 1892, EJ

§ “On Rent” , 1893, EJ .

§ “The Old Generation of Economists and the New”, 1897, QJE .

§ “Mechanical and Biological Analogies in Economics”, 1898, EJ .

§ “Distribution and Exchange”, 1898, EJ .

§ A Plea for the Creation of a Curriculum in Economics and Associated Branches of Political Science , 1902.

§ Economic Teaching at the Universities in Relation to Public Wellbeing , 1902

§ The New Cambridge Curriculum in Economics , 1903

§ Introduction to the Tripos in Economics and Associated Branches of Political Science , 1906

§ “The Social Possibilities of Economic Chivalry”, 1907, EJ .

§ “National Taxation After the War”, 1917, in Dawson, editor, After-War Problems .

§ Industry and Trade , 1919.

§ Money, Credit and Commerce , 1923.

§ “Machinery and Life”

III. POKOK-POKOK PEMIKIRAN (TEORI-TEORI) ALFRED MARSHALL

1. Teori perilaku konsumen (Theory of Consumers Behavior)

Dalam teori tentang perilaku konsumen tersebut, Marshall secara brillian mengembangkan suatu sintesis berupa perpaduan antara pengertian tentang nilai subjektif pada faedah marginal dengan unsur objektif yang melekat pada pengertian biaya marginal. Nilai dan harga barang dipasar dipengaruhi baik oleh pihak peminta (konsumen sebagai pembeli) maupun oleh produsen. Permintaan bersumber pada marginal utility yang ditentukan oleh penilaian subjektif si konsumen. Hal itu tercermin pada harga permintaan (demand price) dipasar yang ditentukan oleh para pembeli sebagai konsumen. Demand price tersebut terletak pada suatu tingkat harga tertentu. Pada tingkat harga tertentu itu, barangnya akan diminta dalam sejumlah tertentu oleh pihak pembeli.

Kontribusi Marshall dalam teori perilaku konsumen juga adalah teori kepuasan marginal (marginal utility), yaitu bahwa konsumen akan meneruskan pembelian terhadap suatu produk untuk jangka waktu yang lama karena telah mendapatkan kepuasan dari produk yang sama yang telah dikonsumsinya. Teori ini dapat disimpulkan bahwa konsumen memiliki loyalitas tinggi terhadap merek suatu produk yang mampu memberikan kepuasan, nilai tersendiri bagi pemakainya dan adanya bukti nyata akan kualitas dan kehandalan yang ditawarkannya.

Perilaku semacam ini bukan berarti menjadikan merek tertentu sebagai market leader dan tidak perlu lagi untuk melakukan komunikasi pemasaran secara

terpadu. Berdasarkan teori kepuasan marginal di atas, terdapat asumsi-asumsi yang biasanya dipakai yaitu bahwa:

a. Konsumen memaksimumkan kepuasan berbatas pada kemampuan finansialnya,

b. Konsumen mempunyai pengetahuan tentang beberapa alternatif sumber,

c. Ia selalu bertindak dengan rasional.

Dari asumsi-asumsi tersebut dapat diambil kemungkinan bahwa konsumen mungkin sangat loyalitas terhadap suatu merek tertentu, namun pada suatu saat perilaku ini dapat berubah oleh karena asumsi-asumsi tersebut. Dipihak lain, penawaran barang yang bersangkutan dipengaruhi oleh biaya riil (real cost) dalam produksi. Biaya rill oleh Marshall diartikan sebagai “pengorbanan” dari pihak tenaga kerja, sama halnya dengan “pengorbanan” dari pihak pemilik modal yang menyediakan jasa dana modalnya.

Pengorbanan pihak tenaga kerja itu disebut sebagai disutility of labour, sedangkan pengorbanan pihak pemilik modal disebut sebagai waiting (pemiliknya harus menunggu selama beberapa waktu sebelum jasa modal membuahkan imbalan jasanya berupa bunga bagi pemilik yang bersangkutan).

Selain itu, Alfred Marshall juga mengemukakan tentang paradoks nilai suatu barang yang diterapkan pada kasus intan dan air yang menyempurnakan paradoks nilai suatu barang yang dikemukakan oleh kaum klasik seperti Adam Smith dan David Ricardo. Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan keadaan yang berlawanan dengan pendapat umum (paradoks). Menurut Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) nilai sebuah barang merupakan nilai dalam penggunaan, sementara harga mewakili nilai dalam pertukaran sehingga bila manfaat suatu barang sangat besar maka semakin tinggi nilainya.

Tetapi hal itu berlawanan jika digunakan dalam kasus air dan berlian. Kaum klasik Adam Smith dan David Ricardo menjelaskan bahwa air sangat bermanfaat tetapi mempunyai harga yang rendah karena biaya yang diperlukan untuk memperoleh air kecil atau tidak ada sama sekali. Sebaliknya intan yang kurang bermanfaat bagi manusia nilainya sangat tinggi karna dibutuhkan biaya yang besar untuk memperoleh intan tesebut, inti dari teori kaum klasik faktor penentu adalah biaya.

Menurut kaum neoklasik nilai atau harga intan lebih tinggi dari nilai air bukan karena biaya untuk mendapatkan intan lebih besar daripada untuk mendapakan air, melainkan karena utilitas marginal (utilitas dari pengkonsumsian satu unit intan terakhir) yang besar. Karena itu, orang mau menghargai intan lebih tinggi daripada air. Inti pandangan neoklasik mengenai harga suatu barang yaitu ditentukan oleh marginal utility.

2. Teori Harga

Sumbangan yang paling terkenal dari pemikiran Marshall dalam teori nilai merupakan sitetis antara pemikiran pemula dari marjinalis dan pemikiran Klasik. Menurutnya, bekerjanya kedua kekuatan, yakni permintaan dan penawaran, ibarat bekerjanya dua mata gunting. Dengan demikian, analisis ongkos produksi merupakan pendukung sisi penawaran dan teori kepuasan marjinal sebagai inti pembahasan permintaan. Untuk memudahkan pembahasan keseimbangan parsial, maka digunakannya asumsi ceteris paribus, sedangkan untuk memperhitungkan unsur waktu ke dalam analisisnya, maka pasar diklasifikasikan ke dalam jangka sangat pendek, jangka pendek, dan jangka panjang. Dalam membahas kepuasan marjinal terselip asumsi lain, yakni kepuasan marjinal uang yang tetap.

Seperti telah di jelaskan diatas, Menurut kaum klasik harga barang di tentukan oleh besarnya pengorbanan untuk menghasilkan barang tersebut. Jadi yang menentukan harga adalah sisi penawaran (produsen). Namun pendapat klasik teersebut di tentang oleh Jevons, Menger dan Walras (tokoh-tokoh neoklasik). Mereka sepakat bahwa yang menentukan harga adalah kondisi permintaan, atau kaum marginalis melihatnya dari sisi konsumen, yaitu dari kepuasan marginal (marginal utility) pengkonsumsian satu unit barang terakhir.

Dalam pembahasan sisi permintaan, Marshall telah menghitung koefisien barang yang diminta akibat terjadinya perubahan harga secara relatif. Nilai koefisien ini dapat sama dengan satu, lebih besar dan lebih kecil dari satu. Tetapi, ada dua masalah yang belum mendapat penyelesaian dalam hal sisi permintaan, yakni aspek barang-barang pengganti dan efek pendapatan.

Berkenaan dengan pendapat kedua aliran tersebut, Marshall tidak menyalahkan kedua konsep diatas, melainkan menggabungkannya. Menurut Marshall, selain oleh biaya-biaya, harga juga dipengaruhi oleh usnsur subjektif lainnya, baik dari pihak konsumen maupun pihak produsen. Unsure subjektif pihak konsumen adalah pendapatan (daya beli) dan unsure subjektif pihak produsen adalah keadaan keuangan perusahaan. Jika keuangan perusahaan dalam keadaan sulit, misalnya mungkin perusahaan mau menerima harga yang rendah tetapi kalau keadaan keuangan cukup kuat, mereka juga akan lebih berani dalam mempertahankan harga. Jadi teori harga menurut Alfred Marshall adalah sebagai berikut:

“Harga terbentuk sebagai integrasi dua kekuatan pasar: penawaran dari pihak produsen dan permintaan dari pihak konsumen”.

Selain itu ada juga kontribusi pemikiran Marshall tentang persamaan kuantitas uang: Kebutuhan uang untuk transaksi ini berkembang secara proporsiaonal dengan tingkat pendapatan nasional, seperti terlihat dalam model persamaan berikut :

Mt = k.Y

Persamaan ini dikembangkan oleh Alfred Marshall, Dimana :

Mt = Kebutuhan uang untuk transaksi di suatu waktu

Y = Pendapatan nasional

K = Besar kecilnya keinginan masyarakat untuk memegang bagian

dari pendapatan/kekayaannya dalam bentuk kas

Semakin tinggi pendapatan nasional (kesejahteraan suatu negara), semakin tinggi pula permintaan uang untuk tujuan transaksi, dan sebaliknya.

3. Consumers’ Surplus dan Produsers’ Surplus (Surplus Konsumen dan Surplus Produsen)

Ciri lain dalam kerangka pemikiran Marshall ialah apa yang disebut sebagai consumers’ surplus. Pengertian kata ini mencerminkan kelebihan kepuasan yang dinikmati konsumen dalam arti : konsumen itu membeli barang dengan harga yang tingkatannya lebi rendah, padahal konsumen itu sebenarnya bersedia untuk membayarnya dengan harga yang lebih tinggi. Misalnya konsumen sedianya rela untuk membeli barang tertentu dengan harga 100 Rupiah. Dalam transaksi jual beli, ia harus membayar hanta Rp 75. Jumlah Rp 25 yang ternyata tidak perlu dibayar merupakan semacam premi ataupun kelebihan kepuasan bagi konsumen, yaitu consumers’ surplus yang dimaksud tadi. Sebaliknya juga bisa terjadi bahwa dalam keadaan tertentu seorang produsen menikmati kelebihan kepuasan berupa producers’ surplus. Dalam perkembangan kemudian, oleh para pemikir ekonomi lazim digunakan istilah-istilah consumers rent dan producers rent sebagai pengganti consumers surplus yang semula digunakan oleh Alfred Marshall. Hal itu satu sama lain kiranya agar lebih sering dengan land rent sebagai imbalan jasa bagi tanah dengan mutu lahan yang lebih tinggi dibanding dengan tanah di batas yang masih dimanfaatkan dalam proses produksi.

Marshall menemukan surplus konsumen. Pengertian ini dikaitkan pula dengan welfare economics. Bahwa konsumen keseluruhan mengeluarkan uang belanja lebih kecil daripada kemampuannya membeli. Jika itu terjadi maka terjadi surplus konsumen. Selama pajak yang dikenakan pada konsumen lebih kecil daripada surplusnya itu, maka kesejahteraannya tidak menurun. Tetapi, pajak juga dapat digunakan untuk subsidi, terutama bagi industri-industri yang struktur ongkosnya telah meningkat. Marshall menjelaskan pula mengapa kurva ongkos total rata-rata menurun dan meningkat. Hal ini berkaitan dengan faktor internal dan eksternal perusahaan atau industri.

4. Elastisitas Permintaan dan Elastisitas Penawaran

Mekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan, karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. Jika variabel kuantitas independen, terjadi kestabilan, tetapi jika berubah harga menjadi independen, maka keadaan menjadi tidak stabil.

Selain sintesis dan peranan yang berimbang antara biaya marginal dan paedah marginal, serta consumers surplus dan producers surplus, sebagaimana diulas diatas, kini harus disebut tentang konsep elastisitas yang berkaitan dengan sisi permintaan maupun dengan sisi penawaran : elasticity of demand and elasticity of supply. Sehubungan dengan itu juga tentang konsep substitusi (elasticity of subtitusion).

Pengertian kata elastisitas menyangkut respons ataupun reaksi suatu variable terhadap perubahan persentase pada variable lain. Secara sederhana rumus umum dari elastisitas adalah:

Mengenai sifat elastisistas pada permintaan, yang palin sering dihadapi sebagai permasalahan ekonomi adalah elastisitas permintan (reaksinya) terhadap perubahan pada pendapatan (income elasticity of demand). Perubahan perubahan itu dinyatakan dalam persentase.

Elastisitas permintaan terhadap harga menyangkut hubungan antara tingkat harga dan jumlah barang yang dibeli (tingkat pembelian) dan mencerminkan perubahan persentase pada tingkat pembelian (jumlah yang dibeli) dibagi oleh perubahan persentase pada tingkat harga.

Elastisitas permintaan terhadap pendapatan menyangkut hubungan antara tingkat pendapatan seseorang pembeli dan tingkat pembeliannya (jumlah yang dibeli) dan mencerminkan perubahan presentase pada tingkat pembelian dibagi oleh perubahan presentase pada tingkat pendapatan.

Hal itu dapat dirumuskan sebagai berikut:

§ Elastisitas permintaan terhadap harga

(Δq/q)/(Δp/p)

§ Elastisitas permintaan terhadap pendapatan

(Δq/q)/(Δy/y)

Dimana:

q (quantity demanded) = jumlah yang diminta/dibeli

P (price) = harga

Y (income) = pendapatan

Mengenai sifat elastisitas pada sisi penawaran (elasticity of supply) terutama yang menyangkut hubungan antara tingkat harga dan tingkat penawaran (jumlah yang ditawarkan) dan pencerminan perubahan presentase pada tingkat penawaran (jumlah yang di tawarkan) dibagi oleh perubahan presentase pada tingkat harga sehingga koefisien elastisitas (E) yang bersangkutan dapat dirumuskan sebagai:

Sehubungan dengan pengertian elastisitas yang diungkapkan diatas harus pula diperhatikan apa yang disebut sebagai dampak substitusi (subtitution effect) dan sifat elastis yang menyangkut substitusi (elasticity of substitution). Kita telah melihat bahwa dari sisi permintaan akan barang jumlahnya (yang diminta atau dibeli) mengalami perubahan dikala harganya berubah (price elasticity of demand)

Tingkat perubahan pada jumlah itu dipengaruhi oleh dua faktor : dampak pendapatan (income effect yang berkaitan dengan income elasticity of demand diatas) dan dampak substitusi. Dampak substitusi ini bersangkut paut dengan hasrat perilaku konsumen yang cenderung untuk membeli lebih banyak jenis barang yang harganya lebih murah, dibandingkan dengan jumlah (yang lebih sedikit) dari jenis barang yang lebih mahal. Senantiasa ada saat atau tahap ketika si pembeli memutuskan untuk mengganti (substitusi) pembelian jenis barang mahal dengan pembelian jenis barang murah.

Alfred Mashall mengadakan perpaduan antara nilai subjektif pada faedah marginal dengan unsure objektif yang melekat pada biaya marginal sekitar permasalahan mengenai nilai dan harga serta distribusi pendapatan. Hal itu satu sama lain disimak dalam rangka berlakunya hokum penawaran dan permintaan. Dalam kajiannya, dikembangkan konsep elastisitas dan substitusi dan berdasarkan pola pendekatannya telah disusun suatu teori ekulibrium yang bersifat parsial atau khusus (partial or particular equilibrium) tentang penawaran dan permintaan serta perilaku konsumen.

Kita melihat bahwa Marshall mengutamakan suatu analisis yang berpola ekuilibrium parsial. Dalam hal ini, suatu analisis mengenai proses pembentukan dan penentuan harga dipasaran tertentu, dengan beranggapan seakan-akan kategori-kategori variabel yang lain tetap konstan dan tidak berubah (cateris paribus, i.e, all other factors remainings equal)

Lazimnya dalam kalangan ilmuan dibidang ekonomi, kerangka dan pola pemikiran Marshall dianggap bersifat teori tentang statistika ekonomi. Secara umum pengamatan tersebut mungkin benar, begitu masalah-masalah ekonomi dalam jangka pendek. Namun analisis Marshall dan spectrum tinjauannya mengandung cakrawala pandangan yang lebih luas dari suatu kerangka lingkungan statistika semata-mata. Dalam gagasan Marshall, sudah mulai ditujukan beberapa unsur dinamika, yang kelak oleh sejumlah pengarang yang menyusul diandalkan (secara sadar atau tidak) sebagai benih-benih berharga dan bahan ramuan dalam pengembangan berbagai teori tentang teori ekonomi.

Dalam kerangka analisis Marshall telah ikut dipertimbangkan arti dan peranan faktor waktu dalam proses penyesuaian antara penawaran dan permintaan. Segi ini sangat penting sebab seperti telah disinggung diatas dalam bagian mengenai elastisitas penawaran, kemampuan dunia usaha dan caranya untuk menyesuaikan kegiatannya dengan perubahan ekonomi sangat dipengaruhi oleh pendek tau panjangnya masa waktu yang tersedia untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan. Sehubungan dengan itu, oleh Marshall diadakan pembedaan antara ekuilibrium sementara (temporary equilibrium), ekulibrium jangka panjang (long run equilibrium)

Marshall menentukan bahwa waktu adalah faktor penting yang menentukan elastisitas permintaan, dengan permintaan menjadi semakin elastis seiring dengan berjalannya waktu. Marshall juga menerapkan gagasan elastisitas harga untuk hubungan penawaran. Elastisitas harga dari penawaran mengukur berapa banyak lagi perusahaan akan memproduksi dan berusaha menjual sebagai respon terhadap perubhan harga tertentu.

Periode waktu paling pendek mnurut Marshall disebut dari “periode pasar.“ Segala sesuatu yang dibawa kepasar harus dijual habis atau jika tidak, barang akan rusak dan produksi tidak akan merespon perubahan harga. Dalam hal ini kurva penawaran akan menjadi vertikal atau mendekati vertikal dan permintaan akan menentukan harga.

Dalam jangka pendek untuk merespon harga-harga yang lebih tinggi, perusahaan dapat menambah jam kerja buruh dan peralatan yang tersedia. Namun peralatan dalam jangka pendek tidak dapat dikembangkan, sehingga ada keterbatasan dari jumlah barang yang ditawarkan. Setiap kenaikan permintaan akan mengakibatkan kenaikan dalam produksi, tetapi sebagian dampaknya akan jatuh pada harga.

Jangka panjang adalah periode waktu yang membuat perusahaan dapat menambah bangunan dan peralatan mereka. Dalam jangka panjang perusahaan dapat keluar masuk industri. Karena itu, output dapat dengan mudah ditingkatkan dengan biaya yang kurang lebih konstan, dan membuat kurva penawaran jangka panjang mendatar. Marshall menyimpulkan bahwa dalam jangka pendek permintaan adalah determinan yang lebih penting dari harga tetapi jika ada cukup waktu, maka penwaran atau biaya produksi yang akan menentukan harga.

Akhirnya oleh Alfred Marshall telah juga diungkapkan bahwa persaingan sempurna (perfect competition) dipasaran tidak selalu membawa hasil produksi yang maksimal. Dalam hal adanya industri yang produksinya membawa faedah hasil yang semakin berkurang (decreasing returns), bisa saja dengan pembatasan skala produksi akan diperoleh hasil yang lebih besar, dibanding dengan tingkat produksi maksimal berdasarkan persaingan. Sebaliknya dikala produksi dibeberapa jenis industri lain membawa faedah hasil yang semakin bertambah (increasing returns) sudah masuk akal untuk terus meningkatkan produksinya. Dalam hubungannya dengan semua ini ditunjukkan arti dan peranan elastisitas permintaan.

Pembentukan harga sebagai pencerminan dari perimbangan antara penawaran dan permintaan sangat dipengaruhi oleh perimbangan-perimbangan keadaan umum yang berkisar pada penawaran maupun permintaan (general relation of supply and demand). Artinya hal ikhwal yang menyangkut kuat lemahnya kedudukan pemasok terhadap pembeli dan sebaliknya, keterampilan dan pengetahuan masing-masing pihak tentang keadaan dipasar, dan lain-lain sebagainya. Sayangnya pendapat Marshall yang begitu penting ini tidak disusul dengan penjabaran secara rinci.

Karena Marshall tertarik dengan ekonomi berdasarkan pertimbangan moral dan ingin membantu yang miskin, maka tidak mengejutkan bahwa secara khusus ia memperhatikan masalah distribusi pendapatan dan kemiskinan. Marshall melacak masalah kemiskinan ini dari pasar tenaga kerja. Pasar tenaga kerja beroperasi seperti pasar barang. Perbedaannya dalam pasar tenaga kerja perusahaan pasar adalah pihak yang meminta dan rumahtangga sebagai pihak yang menawarkan. Bagi Marshall persediaan tenaga kerja yang tidak terlatih ditentukan oleh prinsip populasi Malthus yang sebagai reaksi terhadap upah yang tinggi, populasi akan meningkat dan persediaan tenaga kerja juga meningkat. Namun pemintaan akan tenaga ini terus meningkat karena adanya mekanisasi. Dua kekuatan ini membuat upah untuk tenaga kerja yang tidak terlatih tetap rendah dan pendapatan mereka tetap berada dalam tingkat kemiskinan.

Marshall berpendapat bahwa individu yang kurang berpengalaman dan kurang memiliki keahlian yang ekstensif, serta individu yang kurang mempunyai posisi tawar menawar dalam pasar tenaga kerja hanya dapat memperoleh upah yang rendah. Hal ini mengakibatkan kesahatan dan pendidikan yang buruk yang menyebabkan turunnya produktivitas dan upah.

Namun, ulasan Marshall diatas jelas menjadi pangkal tolak bagi pengembangan teori tentang persaingan yang bersifat monopolis (monopolistic competition) ataupun persaingan yang tidak sempurna (imperfect competition) yang tiga puluh tahun kemudian dilakukan oleh Piero Sraffa, Edward Chamberlin, dan Joan Robinson.

Banyak gagasan dan model analisis yang diperkenalkan oleh Marshall masih menjadi basis bagi pendidikan sarjana di bidang mikroekonomi, khususnya dalam kuliah pengantar ekonomi mikro. Marshall mempelajari pasar individu dalam isolasi, mengabaikan dampak dari suatu pasar terhadap pasar lain, dan pada gilirannya dampak dari pasar lain ini pada semua pasar. Hal ini membuat Marshall merupakan penemu analisis keseimbangan parsial. Berlawanan dengan analisis ini adalah Leon Walras, yang mempelajari berbagai hubungan timbal balik antar pasar dalam ekonomi, atau analisis keseimbangan umum. Meskipun tidak selengkap dan menyeluruh sebagaimana analisis keseimbangan umum, analisis keseimbangan parsial memiliki keuntungan karena lebih fokus pda masalah praktis yang dihadapi oleh perusahaan dan industri tertentu

Untuk mempelajari pasar individu, Marshall mengembangkan alat analisis permintaan dan penawaran. Lereng kurva penawaran yang menaik menunjukkan hukum penawaran_ketika harga naik perusahaan akan lebih banyak berproduksi dan membawa lebih banyak barang ke dalam pasar. Lereng kurva permintaan yang menurun menunjukkan hukum permintaan_ketika harga jatuh, konsumen akan membeli barang dalam jumlah yang lebih besar. “Dua Gunting“penawaran dan permintaan menentukan harga di tiap barang dan jumlah tiap barang yang akan diproduksi. Berlawanan dengan pendekatan dorongan permintaan oleh Jevons, dan berlawanan dengan pendekatan dorongan penawaran oleh Ricardo, Marshall menekankan bahwa permintaan dan penawaranbergabung bersama menentukan harga dan produksi

Meskipun banyak konsep baru yang dikembangkan oleh Marshall, kontribusi utamanya pada ilmu ekonomi mungkin lebih bersifat institusional dibanding subtantif. Dan meskipun yang paling terkenal adalah sumbangan untuk ekonomi mikro, Marshall juga memberikan sumbangannya untuk ekonomi makro. Ia menggunakan gagasan purchasing power parity untuk menjelaskan apa yang menentukan nilai tukar antara mata uang dari dua negara berbeda. Ide dibalik ini cukup sederhana dan lugas. Beberapa barang sebenarnya dijual dimana-mana diseluruh dunia. Dengan membandingkan biaya barang-barang tersebut dari negara yang satu kenegara yang lain kita dapat memperoleh ukuran yang memadai untuk nilai relatif dua mata uang dunia yang berbeda.

5. Distribusi Pendapatan Menurut Alfred Marshall

Karena Marshall tertarik dengan ekonomi berdasarkan pertimbangan moral dan ingin membantu yang miskin, maka tidak mengejutkan bahwa secara khusus ia memperhatikan masalah distribusi pendapatan dan kemiskinan. Alfred Marshall mengemukakan teori tentang distribusi pendapatan menjadi 4 bagian:

a. Sewa Tanah

Teori Sewa Tanah dari Marshall pada dasarnya sama dengan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo, dimana disebutkan bahwa “tinggi rendahnya sewa tanah ditentukan oleh kesuburan tanah tersebut”. Selain itu tingkat pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan pangan meningkat, untuk itu diperlukan tanah yang subur untuk memproduksi tanaman yang bisa dijadikan bahan makanan, hal ini untuk menambah cadangan pangan yang dibutuhkan. Oleh karena itu, tanah yang subur sangat dibutuhkan dan apabila tanhnya berkurang maka harganya akan meningkat.

b. Bunga Modal

Teori bunga modal dari Marshall berbunyi “bunga modal merupakan balas jasa, karena si penabung terpaksa tidak dapat mengkonsumsi pada waktu sekarang. Jadi bunga modal timbul karena pengorbanan menunggu selama beberapa waktu sebelum jasa modal membuahkan imbalan jasanya berupa bunga.”

c. Upah Buruh

Marshall menganggap pembentukan upah, sebagai hasil sejumlah faktor permintaan dan penawaran, sebagai bagian dari teori harga umum. Sebagaimana diketahui bahwa harga terbentuk dari kesepakatan antara permintaan dan penawaran, dapat dijelaskan apabila harga upah dinaikkan maka biaya produksi akan meningkat, hal ini menyebabkan harga meningkat, penawaran akan bergeser ke kiri sehingga permintaan akan menurun diakibatkan harga meningkat, untuk itu perusahaan/produsen akan menurunkan produksinya dan upah akan kembali turun karena permintaan barang/produksi menurun, dengan menurunnya permintaan akan produk hal ini menyebabkan pendapatan produsen menurun, untuk ituharus dilakukan efisiensi diantaranya dengan menurunkan upah.

d. Laba Pengusaha

Marshall membagi laba menjadi dua jenis, yaitu:

§ Net Interest

Net interest merupakan kompensasi yang diberikan selama menunggu, artinya laba diperoleh karena pengusaha harus menunggu sampai modal yang diinvestasikannya telah menghasilkan keuntungan.

§ Gross Interest

Disamping Net Interset juga mencakup premi resiko dan ganti rugi untuk kapasitas organisatorik. Laba merupakan ganti kerugian bagi faktor uncertainty yang dihadapi pengusaha, hal ini berarti laba merupakan sesuatu yang diharapkan bisa menjadi pengganti ketidakpastian yang dialami oleh pengusaha selama ia menginvestasikan modalnya, karena untuk menutupi kerugian yang terjadi.

IV. ASUMSI AJARAN ALFRED MARSHALL

a) Asumsi sama seperti klasik aitu terjadi pasar persaingan bebas

b) Adanya integritas penawaran (supply) dan permintaan (demand)

c) Kepuasan uang yang bersifat konstan

d) Adanya pembagian waktu dalam produksi

e) Adanya cateris paribus

f) Konsumen memaksimumkan kepuasan berbatas pada kemampuan finansialnya

g) Konsumen mempunyai pengetahuan tentang beberapa alternatif sumber,

h) Konsumen selalu bertindak dengan rasional

i) Pendapatan tetap sama

j) Harga produk substitusi dan kompetitif adalah tetap dan ekspektasi dan perdagangan luar negeri tidak berubah

V. KRITIKAN TERHADAP TEORI-TEORI MARSHALL

(Keabsahan dan Keberlangsungannya Sampai Sekarang)

§ Robert Giffen membantu penyelesaian antara kaitan konsumsi dan pendapatan dengan permintaannya terhadap barang-barang, sehingga ditemukan Giffen Paradox

§ Peranan substitusi yang disempurnakan oleh Slustky

§ Joan Robinson, ia mengkritik bahwa gejala rent sewa sama sekali tidak terbatas hingga tanah apabila penwaran macam-macam faktor-faktor produksi untuk masyarakat dipandang secara keseluruhan maka dimana-mana terdapat adanya rent

§ Herbert Yusuf Davenport (18861-1931). Ekonom Amerika ini adalah seorang pengkritik keras dari Alfred Marshall, buku terakhir itu menjadi kritik dari The Ekonomi Alfred Marshall (1935). Dia menerima Austria konsep biaya kesempatan dalam karya Friedrich von Wieser tetapi tidak marjinal utilitas. Dalam bukunya Marshall dikritik sebagai ekonom klasik yang berlangganan untuk biaya riil doktrin dan asumsi kehomogenan berbagai biaya.

VI. KEABSAHAN DAN KEBERLANGSUNGAN TEORI-TEORI MARSHALL

a. Teori Perilaku Konsumen (Theory of Consumers Behavior)

Dalam teori perilaku konsumennya, Marshall mengungkapkan bahwa nilai dan harga barang dipasar dipengaruhi baik oleh pihak peminta (konsumen sebagai pembeli) maupun oleh produsen. Permintaan bersumber pada marginal utility yang ditentukan oleh penilaian subjektif si konsumen. Hal itu tercermin pada harga permintaan (demand price) dipasar yang ditentukan oleh para pembeli sebagai konsumen. Pada tingkat harga tertentu itu, barangnya akan diminta dalam sejumlah tertentu oleh pihak pembeli.

Keberlangsungan teori ini sampai saat ini masih berlangsung, dimana konsumen (sebagai pihak pembeli) akan meminta barang dalam jumlah tertentupada tingkat harga tertentu juga. Ketika harga turun, maka permintaan konsumen cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena adanya teori perilaku konsumen.

b. Teori Harga

Teori harga yang dicetuskan Marshall yaitu: Harga terbentuk sebagai integrasi dua kekuatan pasar: penawaran dari pihak produsen dan permintaan dari pihak konsumen. Teori ini sampai saat ini masih berlangsung. Dalam kenyataannya, harga akan terbentuk dengan adanya penyatuan antara penawaran dari pihak konsumen dengan permintaan dari pihak konsumen. Jika antara sisi penawaran telah bertemu dengan sisi permintaan, maka lahirlah harga yang disepakati bersama yang disebut harga keseimbangan.

c. Consumers’ Surplus dan Produsers’ Surplus

Consumers’ surplus dapat diartikan sebagai berikut: konsumen cenderung membeli barang dengan harga yang tingkatannya lebi rendah, padahal konsumen itu sebenarnya mampu untuk membayarnya dengan harga yang lebih tinggi. Konsumen cenderung menginkan barang berharga rendah dengan kualitas baik. Ini sebagai salah satu indikator tercapainya kepuasan konsumen.

Sebaliknya juga bisa terjadi bahwa dalam keadaan tertentu seorang produsen menikmati kelebihan kepuasan berupa producers’ surplus. Dimana produsen cenderung menginkan cost (biaya produksi) kecil, agar mendapat laba maksimal.

d. Elastisitas Permintaan dan Elastisitas Penawaran

Mengenai sifat elastisistas pada permintaan, yang paling sering dihadapi sebagai permasalahan ekonomi adalah elastisitas permintan (reaksinya) terhadap perubahan pada pendapatan (income elasticity of demand). Dari teori elastisitas permintaan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ketika terjadi perubahan pada pendapatan masyarakat, konsumsi masyarakatpun cenderung meningkat. Oleh karena itu mengakibatkan harga barang cenderung naik. Ini sebagai bukti bahwa teori elastisitas permintaan sampai saat ini masih berlaku keabsahannya.

Mengenai sifat elastisitas pada sisi penawaran (elasticity of supply) terutama yang menyangkut hubungan antara tingkat harga dan tingkat penawaran (jumlah yang ditawarkan). Berbeda dengan teori elastisitas permintaan diatas, dalam teori elastisitas penawaan, jika harga barang menurun, maka penawaran terhadap barang tersebut cenderung menurun pula. Hal ini berhubungan dengan teori surplus konsumen. Sehingga dapat ditarik kesimpulan ketika harga barang turun, maka produsen (sebagai yang menawarkan barang) akan mengurangi produksi sehingga jumlah barang yang ditawarkan menurun.

e. Teori Distribusi Pendapatan

§ Sewa Tanah

Teori mengenai sewa tanah yang dicetuskan Marshall ialah: “Tinggi rendahnya sewa tanah ditentukan oleh kesuburan tanah tersebut“ sampai saat ini teori tersebut masih digunakan. Contohnya dalam menentukan place (tempat) untuk membuka usaha. Dimana tempat/tanah yang strategis menjadi salah satu indikator untuk meningkatkan profit/volume usaha.

§ Bunga Modal

“Bunga modal merupakan balas jasa, karena si penabung terpaksa tidak dapat mengkonsumsi pada waktu sekarang“ teori ini dapat dilihat aplikasinya dlam sistem perbankan. Dengan asumsi nilai uang saat ini lebih berharga daripada nilai uang pada saat nanti.

§ Upah Buruh

Apabila harga upah dinaikkan maka biaya produksi akan meningkat, hal ini menyebabkan harga meningkat. Teori ini sampai saat ini masih berlaku dalam kegitan produksi. Dimana jika harga upah dinaikkan, maka biaya produksipun meningkat. Sebagai akibat dari meningkatnya biaya produksi maka harga barang (yang diproduksi) meningkat.

§ Laba Pengusaha

Laba diperoleh karena pengusaha harus menunggu sampai modal yang diinvestasikannya telah menghasilkan keuntungan. Selain itu, Laba merupakan ganti kerugian bagi faktor uncertainty (ketidakpastian) yang dihadapi pengusaha.

Dengan adanya teori ini, laba maksimum yang menjadi tujuan setiap produsen dalam memproduksi suatu barang adalah hal yang lumrah dimana laba merupakan hasil dari kelebihan penjualan dikurangi ongkos produksi.

Iklan

KATA-KATA BIJAK EINSTEIN TENTANG KEHIDUPAN

“Hanya ada dua cara menjalani kehidupan kita. Pertama adalah seolah tidak ada keajaiban. Kedua adalah seolah segala sesuatu adalah keajaiban.

“Usaha pencarian kebenaran dan keindahan merupakan kegiatan yang memberi peluang bagi kita untuk menjadi kanak-kanak sepanjang hayat.”

“Gravitasi tidak bertanggung-jawab atas orang yang jatuh cinta.”

“Kebahagiaan dalam melihat dan memahami merupakan anugerah terindah alam.”

“Kecerdasan tidak banyak berperan dalam proses penemuan. Ada suatu lompatan dalam kesadaran, sebutlah itu intuisi atau apapun namanya, solusinya muncul begitu saja dan kita tidak tahu bagaimana atau mengapa.”

“Hal yang paling sukar dipahami di dunia ini adalah pajak penghasilan.”

“Akal sehat adalah kumpulan prasangka yang didapat sejak usia 18 tahun.” “Hanya sedikit yang melihat dengan matanya sendiri dan merasakan dengan batinnya sendiri.”

“Barangsiapa yang tidak pernah melakukan kesalahan, maka dia tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.”

“Jika A sama dengan kesuksesan, maka rumusnya adalah A=X+Y+Z. X adalah kerja, Y adalah bermain, Z adalah menjaga mulut agar tetap bungkam.”

“Satu-satunya alasan adanya waktu adalah supaya segala sesuatu tidak terjadi pada saat yang bersamaan.”

“Hanya seseorang yang mengabdikan dirinya untuk suatu alasan dengan seluruh kekuatan dan jiwanya yang bisa menjadi seorang guru sejati. Dengan alasan ini penguasaan menuntut semuanya dari seseorang.”

“Nilai manusia yang sesungguhnya pada dasarnya ditentukan oleh ukuran dan rasa yang telah mencapai pembebasan dari dirinya sendiri.”

“Bagaimana mungkin engkau menjelaskan fenomena biologis yang sedemikian penting seperti cinta pertama dalam pengertian kimia dan fisika ?”

“Seseorang baru memulai hidup jika dia bisa hidup di luar dirinya sendiri.”

“Misteri abadi dunia adalah keterpahamannya.”

“Segala sesuatu hendaknya dibuat sesederhana mungkin, tapi bukan menjadi lebih sederhana.”

Manfaat Pancasila dalam Kehidupan Pribadi Saya

Pancasila adalah jiwanya bangasa Indonesia jika benar jiwa kita pancasila, kita harus bisa memegang teguh prinsip pancasila karena yang memegang teguh prinsip pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari baik kita sebagai anak di lingkungan Keluarga,sebagai Mahasiswa di Lingkungan Kampus/Universitas,sebagai Sahabat/teman dilingkungan kita bergaul,Ataupun disituasi manapun dimana kita berada,sebagaimana status kewarganegaraan kita sebagai Warga Negara Indonesia yang patut menjunjung tinggi Pancasiala Sebagai Ideologi Dasar Bangsa Indonesia yang sejak 1945 menjadia tolak piker ukuran sikap Nasionalisme dan Kebangasaan Kita.
Dalam Kehidupan saya sehari-hari banyak dijumpai berbagai perbedaan agama ada yang mendasar bahkan ada yang cukup menonjol dimana misalakan dalam Kehidupan saya di Lingkungan Bergaul,saya menemukan bebagai perbedaan agama yang mendasar tetapi kesatuan yang dimiliki setiap anggota masyarakat tetap kokoh meskipun mengetahui pribadi masing-masing berada dalam ruang lingkup perbedaan agama.Tetapi hal itu bahkan yang memperkuat Persatuan dan Kesatuan kita sebagai bangsa,bahwa kita tetap menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa,kita tetap Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa,bahkan hal yang mendasar yang sering saya jumpai adalah sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.Jadi Bisa diakatakan sebagaimana diatur dalam sila pertama “Ketuahan yang Maha Esa” kita bahkan sebagian besar hampir seluruh Lingkup masyarakat merupakan masyarakat yang beragama bahkan mengganggap agama sebagai amal dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam ruang lingkup kampus dimana saya belajar,menuntut ilmu dan status saya sebagai mahasiswa,saya merasa disinila saya sangat menjunjung tinggi Pancasila.Sikap kemanusiaan kita sebagai anak mudah sangat dituntut pertanggung jawabannya,Kita harus mengakui perbedaan suku,bangsa,agama yang cukup menonjol, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.Mengingat dalam lingkungan kampus terdapat berbagai keragaman budaya yang dari dulu saya jarang untuk menjumpai sehingga ini menjadi pengalaman baru bagi saya.Saya melihat nilai kemanusiaan yang dimiliki tiap mahasiswa cukup tinggi dimana pada waktu yang tidak terduga teman saya mengalami musibah saya bahkan merasa iba dan sangat ingin membantu tetapi bukan hanya saya teman-teman mahsiswapun ikut menunjukan rasa iba mereka dengan mengumpulkan dana tanpa mengenal rasa malu untuk teman yang sedang mengalami musibah.Adapun kegiatan Tahunan setiap mahasiswa dengan melakukan kegiatan social untuk sesama ataupun kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ini menujukan sebagaimana yang terlulis dalam sila ke dua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradap” dimana para mahasiswa Mengembangkan sikap saling mencintai sesame, Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, dan Menjunjung tinggi nilai-nilai .
Adapun Nilai lebih dari Pancasila yang saya lihat telah diamalkan dalam kehidupan saya adalah dengan menjunjung tinggi Persatuan dan Kesatuan,seta kebersamaan.Sebagaimana yang tertera dalam sila ke tiga “Persatuan Indonesia”.Dimana didalam lingkungan kampus sering dijumpai kebersanmaan setiap orang,mislakan diberikan Tugas Kelompok dengan sendirinya kebersamaan yang dimiliki mahasiswa muncul bekerjas-sama bukan untuk kepentingan pribdi tetapi untuk kepentingan bersama bekerja-sama untuk mencapai tujuan bersama.Ini menunjukan Rasa persatuan dan kesatuan kita.
Sebagaimana yang tercantum dalam sila ke empat “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan”.Dimana setiapa masyarakat memiliki kedudukan dan kewajuban yang sama, dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak dibedakan oleh hak apapun.Didalam masyarakat Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
Menghargai karya orang lain selalu saya laksanakan ini demi menjunjung tinggi nilai pancasila yang terkamdum dalam Sila Ke Lima “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
Pancasila sebagai pandangan-dunia (World-view) alias ideologi bangsa Indonesia harus diresapi oleh seluruh elemen bangsa. Namun ideologi hanya bisa kuat bila berlandaskan basis epistemologis yang kukuh juga. Kalau orang Indonesia masih berpikir relativis, akhirnya percuma juga ngapalin semua butir itu… Lha wong penafsirannya tergantung pada masing-masing kita (bahasa kerennya: dikembalikan kepada masing-masing individu).
Kita musti menguatkan Ideologi Pancasila dengan membiasakan berpikir benar dan mengakar / filosofis… Kita sebagai bangsa Indonesia bukan hanya sekedar tau sila-sila pancasila tetapi harus mengimplementsikan dalam kehidupan sehari-hari meskipun dalam penerapan kita mempunyai pikiran yang berbeda-beda.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden RI ke-6. Berbeda dengan presiden sebelumnya, beliau merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Lulusan terbaik AKABRI (1973) yang akrab disapa SBY ini lahir di Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949. Istrinya bernama Kristiani Herawati, merupakan putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan Satu. Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas. Beliau dikaruniai dua orang putra yakni Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi).

Pendidikan SR adalah pijakan masa depan paling menentukan dalam diri SBY. Ketika duduk di bangku kelas lima, beliau untuk pertamakali kenal dan akrab dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah. Di kemudian hari AMN berubah nama menjadi Akabri. SBY masuk SMP Negeri Pacitan, terletak di selatan alun-alun. Ini adalah sekolah idola bagi anak-anak Kota Pacitan. Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka SBY pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS).

Namun kemudian, SBY justru memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Sewaktu belajar di PGSLP Malang itu, beliau mempersiapkan diri untuk masuk Akabri. Tahun 1970, akhirnya masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, belaiu meraih predikat lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.

Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS. Perjalanan karier militernya, dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit.

Batalyon Linud 330 merupakan salah satu dari tiga batalyon di Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang memiliki nama harum dalam berbagai operasi militer. Ketiga batalyon itu ialah Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Batalyon Infantri Lintas Udara 328/Dirgahayu, dan Batalyon Infantri Lintas Udara 305/Tengkorak. Kefasihan berbahasa Inggris, membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975. Kemudian sekembali ke tanah air, SBY memangku jabatan Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977. Beliau pun memimpin Pleton ini bertempur di Timor Timur.

Sepulang dari Timor Timur, SBY menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977). Setelah itu, beliau ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982). Ketika bertugas di Mabes TNI-AD, itu SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat. Dari tahun 1982 hingga 1983, beliau mengikuti Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 sekaligus praktek kerja-On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983. Kemudian mengikuti Jungle Warfare School, Panama, 1983 dan Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984, serta Kursus Komando Batalyon, 1985. Pada saat bersamaan SBY menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)

Lalu beliau dipercaya menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai lulusan terbaik Seskoad 1989. SBY pun sempat menjadi Dosen Seskoad (1989-1992), dan ditempatkan di Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan tugas antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat. Lalu ketika Edi Sudradjat menjabat Panglima ABRI, beliau ditarik ke Mabes ABRI untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat (1993).

Lalu, beliau kembali bertugas di satuan tempur, diangkat menjadi Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad (1993-1994) bersama dengan Letkol Riyamizard Ryacudu. Kemudian menjabat Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995). Tak lama kemudian, SBY dipercaya bertugas ke Bosnia Herzegovina untuk menjadi perwira PBB (1995). Beliau menjabat sebagai Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas negara Yugoslavia berdasarkan kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina. Setelah kembali dari Bosnia, beliau diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya (1996). Kemudian menjabat Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999).

Sementara, langkah karir politiknya dimulai tanggal 27 Januari 2000, saat memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Tak lama kemudian, SBY pun terpaksa meninggalkan posisinya sebagai Mentamben karena Gus Dur memintanya menjabat Menkopolsoskam. Pada tanggal 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Tetapi pada 11 Maret 2004, beliau memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam. Langkah pengunduran diri ini membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik yang akan mengantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional. Dan akhirnya, pada pemilu Presiden langsung putaran kedua 20 September 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih kepercayaan mayoritas rakyat Indonesia dengan perolehan suara di attas 60 persen. Dan pada tanggal 20 Oktober 2004 beliau dilantik menjadi Presiden RI ke-6.

Berikut ini data lengkap tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Nama : Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono

Lahir : Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949

Agama : Islam

Jabatan : Presiden Republik Indonesia ke-6

Istri : Kristiani Herawati, putri ketiga (Alm) Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo

Anak : Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono

Ayah : Letnan Satu (Peltu) R. Soekotji

Ibu : Sitti Habibah

Pendidikan :

* Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
* American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
* Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
* Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
* On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
* Jungle Warfare School, Panama, 1983
* Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984
* Kursus Komando Batalyon, 1985
* Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
* Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas, AS
* Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS

Karier :

* Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
* Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
* Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
* Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
* Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
* Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
* Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
* Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
* Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
* Dosen Seskoad (1989-1992)
* Korspri Pangab (1993)
* Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
* Asops Kodam Jaya (1994-1995)
* Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
* Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
* Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
* Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
* Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
* Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
* Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
* Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid)
* Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004

Penugasan : Operasi Timor Timur 1979-1980 dan 1986-1988

Penghargaan :

* Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
* Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973
* Satya Lencana Seroja, 1976
* Honorour Graduated IOAC, USA, 1983
* Satya Lencana Dwija Sista, 1985
* Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989
* Dosen Terbaik Seskoad, 1989
* Satya Lencana Santi Dharma, 1996
* Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996
* Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996
* Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998
* Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998
* Wing Penerbang TNI-AU, 1998
* Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998
* Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999
* Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999
* Bintang Dharma, 1999
* Bintang Maha Putera Utama, 1999
* Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
* Bintang Asia (Star of Asia) dari BusinessWeek, 2005
* Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama dari Sultan Brunei
* Doktor Honoris Causa dari Universitas Keio, 2006

Alamat : Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor 16967

Barrack Obama

Barack Hussein Obama II ( bərɑ ː k hʊseɪn oʊbɑ ː mə /; lahir 4 Agustus 1961) adalah Presiden ke 44 Amerika Serikat. Dia adalah orang African American pertama yang memegang jabatan penting sebagai presiden Amerika Serikat. Obama adalah Senator dari Illinois Amerika yang menjabat dari 3 Januari 2005 hingga 16 November 2008, setelah itu maju ke pemilihan presiden Amerika Serikat. Dia di ambil sumpah sebagai Presiden pada tanggal 20 Januari 2009 dalam sebuah upacara perdana di US Capitol.

Obama adalah lulusan Columbia University dan Harvard Law School, di mana dia adalah yang orang pertama keturunan Afrika-Amerika yang menjadi presiden AS dari Harvard Law (Fakultas Hukum Harvard University). Dia bekerja sebagai organizer masyarakat, dan juga berkerja sebagai pengacara hak-hak sipil di Chicago sebelum melayani tiga istilah dalam Senat Illinois dari tahun 1997 hingga 2004. Dia juga mengajar Hukum Konstitusi di University of Chicago Law School dari 1992 sampai 2004. Setelah gagal membuat tawaran untuk kursi di DPR AS pada tahun 2000, Obama terpilih ke Senat pada November 2004. Obama menyampaikan intisari alamat di dalam Konvensi Nasional Demokrat Juli 2004.

Sebagai anggota Demokrat yang minoritas di 109. Kongres, Obama membantu membuat undang-undang untuk mengendalikan senjata konvensional dan mempromosikan akuntabilitas publik yang lebih besar dalam penggunaan dana federal. Dia juga membuat perjalanan resmi ke Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. Di Kongres dia membantu membuat undang-undang tentang pemilihan, negosiasi dan penipuan, perubahan iklim, terorisme nuklir, dan perawatan bagi personil militer AS yang kembali dari tugas tempur di Irak dan Afghanistan.

Barack Obama dilahirkan di Kapi’olani Medical Center for Women & Children di Honolulu, Hawaii, dari Ibu Ann Dunham, seorang Amerika putih dari Wichita, Kansas dari predominately Inggris keturunan. Ayah Obama adalah Barack Obama, Sr, yang Luo Nyang’oma dari Kogelo, Nyanza Propinsi, Kenya. Orang tuanya bertemu di tahun 1960 ketika menghadiri Acara di University of Hawaii di Mānoa, dimana ayahnya adalah seorang pelajar asing. Pasangan ini kemudian menikah pada 2 Februari 1961, mereka terpisah ketika Obama adalah berumur dua tahun dan bercerai pada tahun 1964. Ayah Obama kembali ke Kenya dan melihat anaknya hanya sekali lagi sebelum mati dalam sebuah kecelakaan mobil pada tahun 1982.

Setelah bercerai, Dunham menikah dengan mahasiswa Indonesia Lolo Soetoro, mereka bertemu ketika menghadiri sebuah kuliah di Hawaii. Ketika Soeharto sebagai pemimpin militer berkuasa pada tahun 1967 di negara Indonesia. Kemudian Obama beserta keluarganya pindah ke Indonesia. Obama kecil kemudian bersekolah di sekolah Lokal di Jakarta, seperti Besuki Publik dan Sekolah Santo Fransiskus Sekolah Asisi, sampai dia berumur sepuluh tahun.

Dia kemudian kembali ke Honolulu untuk tinggal bersama ibu kakek / nenek, Madelyn dan Stanley Armour Dunham, saat menghadiri Punahou School dari kelima grade pada tahun 1971 hingga lulus dari sekolah tinggi pada tahun 1979. Ibu Obama kembali ke Hawaii pada tahun 1972 selama lima tahun , kemudian pada tahun 1977 kembali lagi ke Indonesia, di mana dia bekerja sebagai pekerja di bidang antropologi. Dia tinggal di sana menghabiskan sisa dari hidupnya, kemudian kembali ke Hawaii pada tahun 1994. Dia meninggal karena ovarian kanker pada tahun 1995.

Setelah SMA, Obama pindah ke Los Angeles, dimana ia belajar di Occidental College selama dua tahun. Ia kemudian dipindahkan ke Universitas Columbia di New York City, di mana dia menjadi ketua dalam ilmu politik dengan spesialisasi dalam hubungan internasional. Obama lulus dengan gelar BA dari Columbia tahun 1983. Dia bekerja selama setahun di Business International Corporation dan kemudian di New York Public Interest Research Group.

Setelah empat tahun di New York City, Obama pindah ke Chicago, di mana dia disewa sebagai direktur Developing Communities Project (DCP), sebuah gereja-organisasi berbasis masyarakat yang terdiri dari delapan awalnya parishes Katolik di Greater Roseland (Roseland, West Pullman, dan Riverdale ) jauh di Chicago’s South Side. Ia bekerja di sana selama tiga tahun dari Juni 1985 sampai Mei 1988. Selama tiga tahun sebagai DCP’s director, para stafnya tumbuh dari satu sampai tiga belas dan anggaran tahunan tumbuh dari $ 70.000 sampai $ 400.000 termasuk membantu menyiapkan pekerjaan program pelatihan, sebuah sekolah persiapan tutoring program dan penyewa hak organisasi di Altgeld Garden. Obama juga bekerja sebagai konsultan dan instruktur untuk Gamaliel Foundation, sebuah lembaga masyarakat yang terorganisir. Pada pertengahan 1988, dia bepergian untuk pertama kalinya ke Eropa selama tiga bulan dan kemudian selama lima bulan di Kenya, di mana dia bertemu banyak orang dgn ayah saudaranya untuk pertama kalinya.

Obama masuk Harvard Law School pada akhir 1988. Dia terpilih sebagai editor di Harvard Law Review pada akhir tahun pertama itu dan sebagai presiden dari jurnal di tahun kedua. Selama Musim Panas, dia kembali ke Chicago dimana ia bekerja sebagai pengacara hukum perusahaan dari Sidley & Austin pada tahun 1989 dan Hopkins & Sutter di tahun 1990. Setelah lulus dengan Juris Doctor (JD) magna cum laude dari Harvard pada tahun 1991, dia kembali ke Chicago.

Dari April hingga Oktober 1992, Obama diarahkan dari Illinois Project Vote, pendaftaran pemilih yang berkendara dengan sepuluh staf dan tujuh ratus sukarelawan; itu dicapai dengan tujuan pendaftaran 150.000 dari 400.000 Afrika tidak terdaftar di negara Amerika, dan menyebabkan Crain’s Chicago Business nama Obama nya 1993 daftar “40 Empat puluh di bawah” kewenangan untuk itu.

Setelah dua belas tahun, Obama menjabat sebagai profesor di Universitas Chicago Law School mengajar Hukum Konstitusi. Dia pertama kali diklasifikasikan sebagai Dosen 1992-1996, dan kemudian sebagai Senior Dosen dari tahun 1996 sampai 2004. [39] Dia juga bergabung dengan Davis, Miner, Barnhill & Galland, satu-dua belas pengacara hukum khusus litigasi hak-hak sipil dan lingkungan pembangunan ekonomi, di mana dia adalah sekutu selama tiga tahun dari 1993 ke 1996, maka dari pengacara dari 1996 sampai 2004, dengan lisensi hukum menjadi tidak aktif pada tahun 2002.

Obama adalah anggota pendiri dewan direktur Public sekutunya pada tahun 1992, sebelum istrinya, Michelle, menjadi direktur eksekutif mendirikan Warung sekutunya Chicago pada awal 1993. Ia menjabat dari 1994 sampai 2002 pada dewan direktur Woods Fund of Chicago, yang pada tahun 1985 menjadi yayasan pertama untuk mendanai Proyek Pengembangan Masyarakat, dan juga dari 1994 sampai 2002 pada dewan direktur dari Joyce Foundation. Obama bekerja di dewan direktur Chicago Annenberg Challenge pada 1995-2002, dan menjadi presiden dan ketua dewan direktur dari 1995 ke 1999. Ia juga bekerja di dewan direktur dari Chicago Lawyers’ Committee for Civil Rights Under Hukum, Pusat Teknologi Lingkungan, dan Lugenia Burns Hope Center.

Obama terpilih ke Senat Illinois pada tahun 1996, Senator Negara berikut Alice Palmer sebagai Senator dari Illinois’s 13th District, yang kemudian spanned Chicago South Side RW dari Hyde Park-Kenwood ke selatan South Shore dan barat ke Chicago Lawn. Setelah terpilih, Obama di dukung oleh dua partai politik mendapatkan dukungan untuk reformasi perundang-undangan dan etika hukum perawatan kesehatan. Ia mensponsori hukum yang meningkatkan kredit pajak bagi pekerja berpendapatan rendah, negosiasi perbaikan kesejahteraan, dan mempromosikan peningkatan subsidi bagi anak. Pada tahun 2001, sebagai co-ketua yang disokong oleh dua partai politik Bersama Komite Administrasi Aturan,

Pada bulan Juli 2004, Obama menulis dan menyampaikan intisari alamat di Konvensi Nasional Demokrat 2004 di Boston, Massachusetts. Setelah menjelaskan kepada ibu kakek dari pengalaman sebagai veteran Perang Dunia II dan manfaat dari New Deal dari FHA dan GI Bill program, Obama berbicara mengenai perubahan US pemerintah prioritas ekonomi dan sosial. Ia mempertanyakan Bush administrasi dari manajemen dari Perang Irak dan Amerika disorot dari kewajiban untuk para prajurit. Menggambar contoh dari sejarah AS, ia banyak dikritik partisan dilihat dari pemilih dan Amerika untuk mencari persatuan dalam keberagaman, dan berkata, “Tidak ada Amerika yang liberal dan Amerika konservatif; ada Amerika Serikat.” Walaupun wasn’t televised oleh tiga besar siaran berita jaringan, gabungan 9,1 juta pemirsa menonton di PBS, CNN, MSNBC, Fox News dan C-SPAN melihat Obama’s speech, yang merupakan highlight dari konvensi dan dikonfirmasi his status sebagai cerdas dari Partai Demokrat bintang baru.

Obama’s diharapkan menjadi lawan dalam pemilihan umum, Republican pemenang utama Jack Ryan, diri dari perlombaan di Juni 2004. Dua bulan kemudian, dan kurang dari tiga bulan sebelum Hari Pemilihan, Alan Keyes menerima Illinois Republican Party dari pencalonan untuk menggantikan Ryan. Pada pemilihan umum November 2004, Obama menerima 70% dari suara ke Keyes’s 27%, salah satu kemenangan terbesar untuk negara ras dalam sejarah Illinois.

Obama di ambil sumpah sebagai senator pada 4 Januari 2005. Obama adalah Senatot kelima keturunan Afrika-Amerika dalam sejarah Amerika Serikat, dan yang ketiga untuk popularly telah dipilih (lihat ketujuhbelas Perubahan Konstitusi Amerika Serikat). Dalam kongres 2008 dia menduduki peringkat kesebelas paling kuat sebagai Senator.
Perundang-undangan

Obama juga mensponsori undang-undang yang akan diperlukan tanaman nuklir untuk memberitahu pemilik negara dan pihak yang berwenang dari kebocoran radioaktif, tapi bonnya gagal lolos di Senat penuh setelah banyak dimodifikasi dalam komite. [80] Obama tidak memperseterukan Tort reformasi dan suaranya untuk Kelas yang Aksi Keadilan Act of 2005 dan FISA Amandemen dari Undang-undang 2008 yang kekebalan hibah dari sipil kewajiban kepada perusahaan telekomunikasi complicit dengan operasi NSA warrantless suara dr sambungan telepon.

Pada tanggal 10 Februari 2007, Obama mengumumkan diri untuk pencalonan Presiden Amerika Serikat di depan gedung Old State Capitol di Springfield, Illinois. Selama kampanye, Obama menekankan isu yang pesat akhir Perang Irak, meningkatkan kebebasan energi, dan menyediakan perawatan kesehatan universal.

Setelah beberapa awal kontes, lapangan narrowed ke kontes antara Obama dan Senator Hillary Clinton, dengan masing-masing pemenang beberapa negara dan perlombaan tersisa menutup seluruh proses utama. Pada 31 Mei, Komite Nasional Demokrat yang setuju untuk kursi seluruh sengketa Michigan dan Florida tamu di konvensi nasional, masing-masing dengan setengah suara, narrowing Obama’s menyerahi memimpin. [111] Pada tanggal 3 Juni, dengan semua negara dihitung, Obama lulus ambang menjadi dugaan yang calon. [112] [113] Pada hari itu, dia memberikan pidato kemenangan di St Paul, Minnesota. Clinton ditangguhkan dan dia kampanye dia didukung pada 7 Juni. [114] Dari pada itu, ia campaigned untuk pemilihan umum ras terhadap Senator John McCain, the Republican calon.

Pada tanggal 23 Agustus 2008, Obama terpilih sebagai Delaware Senator Joe Biden sebagai wakil presiden berjalan mate.

Pada Konvensi Nasional Demokrat di Denver, Colorado, mantan saingan Obama dari Hillary Clinton dalam sambutannya memberikan dukungan Obama dari pencalonan dan kemudian memanggil Obama akan dicalonkan oleh aklamasi sebagai calon presiden Demokrat. Pada 28 Agustus, Obama menyampaikan pidato kepada 84.000 pendukung di Denver. Selama pidato, yang telah dilihat oleh lebih dari 38 juta orang di seluruh dunia, ia menerima pencalonan dari partai itu dan tujuan-tujuan kebijakan yang disajikan.

Setelah McCain telah dicalonkan sebagai calon presiden Republik, terdapat tiga presiden perdebatan antara Obama dan McCain pada bulan September dan Oktober 2008. Pada bulan November, Obama memenangkan presiden dengan 53% dari suara rakyat dan berbagai pemilihan perguruan margin. Terpilihnya ia menyulut berbagai macam perayaan di berbagai kota di Amerika Serikat dan luar negeri. Kemudian Presiden-terpilih Obama kemudian bertemu dengan Presiden George W. Bush di Oval Office, 10 November 2008.

Pada tanggal 4 November 2008, Barack Obama mengalahkan John McCain dalam pemilihan umum dengan 365 suara pemilihan untuk McCain dan menjadi yang presiden pertama Amerika keturunan African. Dalam pidato kemenangannya, disampaikan sebelum keramaian dari ratusan ribu orang pendukung di Chicago’s Grant Park, Obama menyatakan bahwa “Perubahan telah datang ke Amerika.”

Pada tanggal 8 Januari 2009, joint sesi Kongres AS bertemu untuk menerangkan yang dinilai dari Electoral College untuk pemilihan presiden 2008. Berdasarkan hasil perhitungan suara pemilu, Barack Obama yang telah dinyatakan sebagai pemenang pemilu presiden di Amerika Serikat dan Joseph Biden yang dipilih telah dinyatakan wakil President dari Amerika Serikat.

Carlos Slim Helu


Carlos Slim Helú (pria kelahiran 28 Januari 1940) adalah seorang usahawan Meksiko kelahiran Arab Libanon. Dia merupakan orang terkaya didunia sejak bulan Agustus 2007 lalu versi majalah Fortune dan Wall Street Journal. Majalah Forbes tetap menempatkan nama Slim berada pada urutan kedua dibawah Bill Gates yang saat ini kekayaannya mencapai US$ 58 Milyar. Kekayaan Slim sendiri dilaporkan sebesar $59 Milyar termasuk holding company yang dimilikinya. Dia dikenal sebagai orang nomor satu yang mempengaruhi industri telekomunikasi di Meksiko dan juga hampir di seluruh Amerika Latin. Dia memegang kendali atas perusahaan Teléfonos de México (Telmex), Telcel dan América Móvil. Slim juga melibatkan ketiga anaknya yaitu Carlos Slim Domit, Marco Antonio Slim Domit dan Patrick Slim Domit sebagai pimpinan perusahaan.
Ayah Slim, Julian Slim pindah ke Meksiko dari Libanon saat berumur 14 tahun. Julian menikah dan dikaruniai enam orang anak dan Carlos merupakan anak bungsu mereka.

Nama Slim diambil dari nama tengah Julian Slim, yaitu Julian Slim Haddad. Nama Haddad sendiri diambil dari nama tengah ibu Julian Slim sesuai dengan kebiasaan penamaan di Spanyol.
Slim merupakan Universidad Nacional Autónoma de México pada jurusan teknik dan menikah dengan Soumaya Domit pada tahun 1967. Beliau dikaruniai 3 orang anak yang hingga kini bekerja pada perusahaannya serta bertanggung jawab langsung kepadanya setiap hari.

Penghargaan & Kepemimpinan

Carlos Slim merupakan wakil Presiden Komisaris dari Mexican Stock Exchange dan Presiden Komisaris pada perusahaan broker Mexican Association of Brokerage Houses. Dia juga merupakan Presiden pertama pada perusahaan New York Stock Exchange Administration Council yang bekerja pada tahun 1996-1998.
Dia termasuk jajaran pengurus utama dari Grup Altria (dulu bernama Philip Morris) -mengundurkan diri pada bulan April 1996- dan juga Alcatel. Tadinya dia juga merupakan termasuk jajaran pengurus dari SBC Communications hingga bulan Juli 2004 yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk program World Education & Development Fund, yang berfokus pada proyek infrastruktur, kesehatan dan pendidikan dunia. Dia juga memiliki saham mayoritas menurut Majority Shareholder of CompUSA. Pada tahun 1997, banyak perusahaan yang belum mengenal jaringan iMac, dan pada saat itulah Slim membeli 3% saham perusahaan komputer Apple, yang nilainya terus membumbung tinggi dalam beberapa tahun berikutnya.

Slim juga dikenal sebagai orang dibalik berkembangnya industri keuangan di Meksiko, yang dinamakan Grup Carso, disamping perusahaan lainnya yaitu jaringan usaha ritel CompUSA. Pada umurnya yang ke-28 ia dinobatkan sebagai Pengusaha Terbaik di Meksiko. Selain itu, dia juga mengepalai beberapa perusahaan terkemuka seperti Teléfonos de Mexico, América Móvil, dan Grup Financiero Inbursa.

Tahun 2000, dia mendirikan Fundación del Centro Histórico de la Ciudad de México A.C (Mexico City Historic Downtown Foundation) yang memiliki tujuan merevitalisasi dan menyelamatkan pusat kota Meksiko yang memiliki nilai sejarah tinggi sehingga sekaligus memungkinkan orang-orang memiliki kesempatan hidup yang lebih baik serta akses hiburan yang lebih memadai di area bersejarah ini.

Tambahan lainnya, Slim juga mendirikan proyek Latin America Development Fund. Proyek ini sendiri memiliki dana hingga mencapai 10 Milyar Dollar untuk tahun depan. Bill Clinton pernah mengatakan: “Carlos Slim merupakan filantropis (orang-orang yang gemar beramal) terpenting dunia yang tidak pernah dikenal orang kebanyakan.”

Kritik Slim

Slim mengkritik komentar beberapa kalangan yang mengatakan bahwa ia seorang yang melakukan praktek-praktek monopoli, setelah fakta bahwa ia memang menguasai 90% saham perusahaan telepon di Meksiko (10% lainnya dikuasai oleh TELNOR, yang hanya memberikan jasa layanan untuk daerah barat laut Meksiko). Sangat kontras memang dengan membandingkan kekayaan melimpah yang dimiliki Slim dengan kemiskinan yang hampir merata di Meksiko. Hal ini juga telah menjadi pergunjingan di kalangan masyarakat Meksiko. Dalam perhitungan kasar, kekayaan Slim mencapai 7% total GDP Meksiko, dan memberi suatu bukti bahwa ia pantas untuk dimasukan dalam jajaran milyuner di Amerika. Slim hanya kalah dari John D. Rockefeller yang kekayaannya mencapai 7% dari GDP Amerika. Selama hampir dua tahun terakhir Slim mengumpulkan laba usaha rata-rata US$ 27 juta per harinya.

Warren Buffett

Warren Buffett KU Visit.jpg
Warren Buffett berbicara kepada pelajar universitas (2005)
Lahir 30 Agustus 1930 (umur 79)
Omaha, Nebraska, Amerika Serikat
Pekerjaan Chairman & CEO, Berkshire Hathaway
Gaji US$100,000
Kekayaan bersih US$62 milyar (2008) [1]
Suami/Istri Susan Buffett (1952–2004),
Astrid Menks (2006-)[2]
Anak Susie Buffett,
Howard Graham Buffett,
Peter Buffett
Warren Edward Buffett (lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, 30 Agustus 1930; umur 79 tahun) adalah seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat.

Ia memiliki julukan Oracle of Omaha; Buffett telah mengumpulkan kekayaan yang sangat besar dari kecerdikannya berinvestasi melalui perusahaannya Berkshire Hathaway, di mana dia memegang 38% saham. Dengan perkiraan pendapatan bersih AS$44 milyar pada 2005, dia menduduki urutan kedua sebagai orang terkaya kedua dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates.

Pada tahun 2008, ia menggantikan posisi Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes.