LAPORAN PERBANKAN “Anjak Piutang”


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Factoring dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi anjak piutang. Menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988,perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.

Kehadiran anjak piutang sangat membantu kegiatan bisnis. Merupakan kenyataan bahwa terjadi proses tawar menawar antara pembeli dan penjual,maupun antar penjual agar dapat menjual produk dan jasanya. Salah satu tawaran yang diberikan adalah kemudahan dalam membayar yang berupa pembayaran berjangka. Akan tetapi pemberian fasilitas ini mengandung konsekuensi yang akan berdampak pada kemampuan kas perusahaan. Ini merupakan usaha pemecahan salah satu masalah kadangkala tidak sejalan dengan penyelesaian masalah yang lain.Ambillah contoh, untuk meningkatkan penjualan maka perusahaan dapat meningkatkan penjualan kepada pelanggan dengan cara kredit. Namun disisi lain, peningkatan penjualan dengan cara kredit ini akan menambah rumit dalam pengadministrasian penjualan, karena menyangkut masalah tagihan dan resiko tidak terbayarnya piutang penjualan. Peningkatan penjualan juga menuntut konsekuensi bahwa perusahaan tersebut juga harus menyediakan modal kerja yang lebih besar, karena modal cara tersebut menyebabkan modal kerja perusahaan yang tertanam dalam piutang dagang. Skema pembiayaan yang ditawarkan melalui anjak piutang memberikan satu alternatif solusi terhadap masalah diatas. Jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan anjak piutang tidak hanya sekedar pembiayaan murni melainkan juga jasa non peembiayaan seperti administrasi penjualan dan penagihan piutang dagang.

Dalam transaksi anjak piutang, tagihan penjual kepada pembeli dialihkan kepada perusahaan anjak piutang sehingga penjual tidak perlu menagihnya. Dengan cara ini, kas yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai biaya tertentu. Namun, biaya yang harus dibayarkan tersebut dapat dikompensasi dengan potongan penjualan yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang. Hal ini merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakukan antar penjual dengan perusahaan anjak piutang, yaitu hubungan yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak. Aspek yang saling menguntungkan inilah yang menjadi pedoman kunci bagi suksesnya transaksi anjak piutang.

1.2 Tujuan

Adapun yang menjadi penulisan laporan ini adalah :

1)     Mengetahui yang dimaksud dengan Anjak Piutang

2)     Mengetahui jenis-jenis perusahaan Anjak Piutang

3)     Mengetahiu mekanisme Anjak Piutang

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.     Pengertian

Anjak piutang (Bahasa Inggris: factoring) adalah suatu transaksi keuangan sewaktu suatu perusahaan menjual piutangnya (misalnya tagihan) dengan memberikan suatu diskon. Ada tiga perbedaan antara anjak piutang dan pinjaman bank. Pertama, penekanan anjak piutang adalah pada nilai piutang, bukan kelayakan kredit perusahaan. Kedua, anjak piutang bukanlah suatu pinjaman, melainkan pembelian suatu aset (piutang). Terakhir, pinjaman bank melibatkan dua pihak, sedangkan anjak piutang melibatkan tiga pihak.

Menurut Kasmir dalam “Bank dan Lembaga Keuangan lainnya” menjelaskan bahwa anjak piutang atau yang lebih dikenal dengan factoring adalah perusahaan yang kegiatannya melakukan penagihan atau pembelian atau pengambilalihan atau pengelolaan hutang piutang suatu perusahaan dengan imbalan atau pembayaran tertentu dari perusahaan (klien).

Kemudian pengertian anjak piutang menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor NO.172/KMK.06/2002 adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam dan luar negeri.

Tiga pihak yang terlibat dalam anjak piutang adalah penjual, debitur, dan pihak yang membiayai (factor). Penjual adalah pihak yang memiliki piutang (biasanya untuk layanan yang diberikan atau barang yang dijual) dari pihak kedua, debitur. Penjual selanjutnya menjual satu atau lebih tagihannya dengan potongan atau diskon ke pihak ketiga, suatu lembaga keuangan khusus untuk mendapatkan uang dalam bentuk kas. Debitur akan membayar langsung ke perusahaan pembiayaan dengan jumlah penuh sesuai nilai tagihan.

Agar dapat lebih memahami tentang perjanjian anjak piutang ini maka dapat dilihat  dari tiga serangkai hukum yaitu :

  • Subyek hukum dari perjanjian anjak piutang itu tentau saja adalah Penjual, Pembeli  dan Perusahaan anjak piutang. Namun penamaan tersebut dirubah disesuaikan dengan hakekat anjak piutang. Perusahaan anjak piutang atau dikenal sebagai factor adalah badan usaha yang menawarkan anjak piutang lihat pengertian di atas. Klien adalah pihak yang menggunakan jasa dari anjak piutang (mudahnya adalah pihak yang menjual piutang kepada factor). Penjual atau supplier masuk dalam pengeritan klien. Sementara nasabah atau konsumen merupakan pihak yang mengadakan transaksi dengan klien.
  • Obyek Hukum.  Obyek hukum dalam perjanjian ini jelas adalah piutang itu sendiri. Baik itu dijual atau dialihkan atau di urus oleh pihak lain.
  • Peristiwa hukum atau hubungan hukumnya adalah perjanjian anjak piutang, yaitu perjanjian antara perusahaan anjak piutang dengan klien.

 

  1. B.     Peran Lembaga Keuangan Anjak Piutang Dalam Ekonomi

Kenyataan selama ini banyak sektor usaha yang menghadapi berbagai masalah dalam menjalankan kegiatan usahanya. Masalah masalah tersebut pada prinsipnya berkaitan antara lain: kurang kemampuan dan terbatasnya sumber-sumber permodalan, lemahnya pemasaran sehingga target penjualan tidak tercapai. Disamping itu perusahaan hanya terkonsentrasi pada usaha peningkatan produksi dan penjualan sedangkan administrasi penjualan termasuk penjualan secara kredit (Piutang) masih terabaikan.

Kelemahan dibidang manajemen/ pengelolaan piutang menyebabkan semakin meningkatnya kredit macet. Kondisi seperti ini mengancam kontinuitas usaha yang pada gilirannya akan menyulitkan perusahaan dalam memperoleh sumber pembiayaan dari lembaga keuangan.

Beberapa manfaat yang dapat diberikan lembaga anjak piutang dalam rangka mengatasi masalah dunia usaha adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan jasa anjak piutang akan menurunkan biaya produksi dan biaya penjualan.
  • Anjak piutang dapat memberikan fasilitas pembiayaan dalam bentuk pembayaran dimuka (Advanced Payment) sehingga akan meningkatkan Crediet standing perusahaan .
  • Kegiatan anjak piutang dapat meningkatkan kemampuan bersaing perusahaan klien karena klien dapat mengadakan transaksi perdagangan secara bebas baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan internasional.
  • Meningkatkan kemampuan klien dalam memperoleh laba melalui peningkatan perputaran modal kerja.
  • Menghilangkan risiko kerugian akibat terjadinya kredit macet karena resiko kredit macet ini dapat diambil alih oleh lembaga anjak piutang.
  • Kegiatan anjak piutang dapat mempercepat proses ekonomi dan meningkatkan pendapatan nasional.
  1. C.      Mekanisme Pembiayaan Lembaga Keuangan Anjak Piutang (Factoring)

Transaksi anjak piutang biasanya diawali dengan negosiasi antara perusahaan (klien) dengan lembaga anjak piutang (factoring) yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan dengan fasilitas yang disediakan perusahaan anjak piutang. Apabila perusahaan sudah mengetahui kebutuhannya sejak awal maka akan lebih mempermudah dan mempercepat transaksi anjak piutang.

Beberapa fasilitas anjak piutang yang ditawarkan:

  1. a.      Undisclosed/ Non Notification Factoring

Adakalanya perusahaan ingin performance/ bonafiditasnya tetap terjaga dimata pelanggan (debitur) walaupun sebetulnya perusahaan sedang kesulitan dana. Untuk itu pada saat pengalihan piutang maka perusahaan tidak memberitahu pelanggan (debitur) bahwa piutang sudah dialihkan ke perusahaan anjak piutang (factoring). Transaksi anjak piutang ini dinamakan Undisclosed/Non Notification Factoring. Mekanisme transaksi Undisclosed sebagai berikut :

Terjadi transaksi penjualan secara kredit kepada pelanggan (klien)

  1. Negosiasi dan kontrak anjak piutang antara perusahaan (klien) dengan lembaga anjak piutang (factoring) dimana perusahaan menyerahkan kopi faktur penagihan piutang dan dokumen terkait lainnya sedangkan dokumen asli tetap dipegang perusahaan.
  2. Lembaga anjak piutang memberikan pembiayaan maksimal 80% dari nilai faktur.
  3. Pada saat jatuh tempo perusahaan akan menagih kepada debitur/pelanggan.
    1. Perusahaan akan mengembalikan pinjaman dana kepada factoring ditambah dengan biaya anjak piutang (service charge/discount charge).
  4. b.      Disclosed/ Notification Factoring

Jika perusahaan (klien) setelah memperoleh pembiayaan dari anjak piutang tidak ingin direpotkan oleh tugas menagih kepada debitur maka perusahaan bisa memanfaatkan fasilitas disclosed factoring yaitu segera menyerahkan pengelolaan piutang kepada perusahaan anjak piutang.

Mekanisme transaksi ini bisa dijelaskan sebagai berikut :

  1. Terjadi penjualan secara kredit kepada pelanggan (klien)
  2. Negosiasi dan kontrak factoring antara perusahaan (klien) dengan lembaga anjak piutang dimana perusahaan menyerahkan faktur penagihan dan dokumen terkait lainnya (dokumen asli).
  3. Perusahaan memberitahu kepada debitur kalau piutang dan penagihan sudah dialihkan ke lembaga anjak piutang.
  4. Lembaga anjak piutang memberikan pembiayaan maksimum 80% dari nilai faktur.
  5. Pada saat jatuh tempo lembaga anjak piutang melakukan penagihan kepada debitur.
  6. Pelanggan (debitur) membayar tagihan kepada anjak piutang.
  7. Lembaga anjak piutang menyerahkan sisa dan (20% Nilai faktur) kepada perusahaan (klien) setelah sebelumnya dikurangi biaya administrasi.

Dalam transaksi anjak piutang terdapat beberapa risiko yang mungkin timbul diantaranya:

  1. Pada Undisclosed Factoring ada kemungkinan perusahaan (klien) ingkar janji (wanprestasi) yaitu tidak mengembalikan pinjaman/pembiayaan kepada factoring walaupun perusahaan sudah menerima pembayaran dari debitur sehingga anjak piutang mengalami kerugian.
  2. Pelanggan/debitur yang ingkar janji yaitu tidak membayar hutangnya pada saat jatuh tempo sehingga kemungkinan perusahaan atau lembaga anjak piutang yang mengalami kerugian.

Untuk mengatasi risiko tersebut, pada saat kontrak/ perjanjian dibuat maka perlu ditetapkan pihak yang bertanggung jawab atas penanggungan resiko. Jika debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya dan yang menanggung resiko tersebut perusahaan (klien) maka perjanjiannya dinamakan with recourse factoring sedangkan jika lembaga anjak piutang yang menanggung risiko kerugiaannya maka perjanjiannya dinamakan without recourse factoring.

Jika melihat fasilitas-fasilitas yang disediakan lembaga anjak piutang, ternyata usaha anjak piutang lebih dominan kepada pemberian jasa pembiayaan (financing service) atas pengalihan piutang dari klien (perusahaan). Namun demikian lembaga anjak piutang juga memberikan jasa dibidang non pembiayaan (non financing service). Jasa non pembiayaan ini pada dasarnya untuk melayani pengelolaan piutang (kredit) perusahaan klien.

Produk jasa non pembiayaan ini diantaranya :

  1. Investigasi kredit (credit investigation) atau analisis kredit yaitu lembaga anjak piutang membantu perusahaan untuk menilai calon customer/debitur.
  2. Mengelola administrasi penjualan secara kredit (sales ledger administration/sales accounting).
  3. Mengawasi/ memonitor penjualan yang dilakukan klien termasuk menetapkan prosedur penagihan.
  4. Memberikan masukan atau mengusahakan cara pengamanan terhadap risiko piutang terutama jika transaksi perdagangan secara internasional (export financing) yang rentan terhadap risiko terjadinya fluktuasi kurs valuta asing.

Dengan memanfaatkan jasa anjak piutang maka perusahaan (klien) tidak perlu membentuk bagian kredit tersendiri dalam organisasi. Lembaga anjak piutang sudah secara otomatis telah melaksanakan fungsi bagian crediet (credit departement) dimana lembaga anjak piutang akan memberikan laporan hasil kerjanya secara periodik kepada perusahaan (klien)

Atas pemanfaatan jasa anjak piutang timbul suatu kewajiban bagi perusahaan (klien) yaitu membayar biaya anjak piutang. Biaya ini terdiri dari:

  • Service charge yaitu biaya yang dikeluarkan karena klien menggunakan jasa untuk pengelolaan/ pembukuan penjualan (sales ledger) dari transaksi penjualan yang dilakukan klien. Besarnya biaya berkisar antara 0,5% – 2,5% tergantung kesepakatan antara anjak piutang dan klien.
  • Discount charge yaitu biaya yang dikeluarkan karena klien memperoleh pembiayaan (dana tunai) dari lembaga anjak piutang. Besarnya biaya discount charge antara 2% – 3%. Biaya ini juga ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
  1. D.     Manfaat Lembaga Keuangan Anjak Piutang

Manfaat anjak piutang bagi perusahaan (klien) dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Perusahaan yang kesulitan/kekurangan dana akan segera memperoleh dana tunai sehingga terdapat aliran kas masuk (cash in flow) yang bisa digunakan untuk modal kerja perusahaan. Aliran kas (cash in flow) akan lebih lancar karena perusahaan tidak perlu menunggu pencairan piutang sampai jatuh tempo.
  2. Tugas perusahaan (klien) dalam pengelolaan administrasi penjualan dapat dialihkan ke lembaga anjak piutang karena lembaga ini membantu mengelola administrasi penjualan dan penagihan (sales ledgering and collection service).
  3. Perusahaan (klien) tidak ragu dalam penjualan produknya terutama kepada customer baru karena resiko tagihan macet bisa ditanggung bersama dengan lembaga anjak piutang (credit insurance).
  4. Anjak piutang dapat memperbaiki sistem penagihan sehingga piutang dapat dibayar tepat saat jatuh tempo dan sebisa mungkin penagihan ini tidak merusak hubungan baik antara perusahaan (klien) dengan pelanggannya (customer).
  1. E.      Mekanisme Anjak Piutang

Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang meliputi; factor, klien, dan customer.

v  Factor atau perusahaan jasa anjak piutang adalah pihak yang memberikan jasa anjak piutang.

v  Klien adalah  pihak yang menerima  jasa anjak piutang  dan menjual barang  dan/jasa secara kredit kepada customer atau pelanggan.

v  Customer atau pelanggan adalah pihak  yang  membeli barang dan/atau jasa dari klien dan mempunyai kewajiban berupa  hutang jangka pendek kepada klien.

Kewajiban pihak factor memberikan jasa berupa:

  1. Pembiayaan atas piutang  dagang yang dimiliki oleh klien.
  2. Non-pembiayaan berupa; penagihan piutang dan administrasi penjualan.

Kewajiban pihak klien berupa:

  1. Menjual atau meminjamkan piutangnya kepada pihak factor.
  2. Memberikan balas jasa finansial kepada factor.

Jenis dan Mekanisme

Jasa yang ditawarkan

Atas dasar jasa yang diberikan  oleh Factor, anjak piutang dapat dibedakan menjadi:

  1. a.       Full-Service Factoring

Memberikan jasa secara menyeluruh baik jasa pembiayaan maupun non-pembiayaan.

  1. b.       Bulk Factoring

Hanya  memberikan jasa pembiayaan dan pemberitahuan  saat jatuh tempo kepada customer.

  1. c.       Maturity Factoring

Memberikan  jasa proteksi resiko piutang, administrasi penjualan secara menyeluruh dan penagihan.

  1. d.       Invoice Discounting

Hanya memberikan jasa pembiayaan saja.

Distribusi Resiko

  1. a.       With Recourse Factoring

Apabila customer sama sekali tidak melunasi utangnya, maka klien berkewajiban untuk mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterimanya dari factor.

  1. b.       Without  Recourse  Factoring

Resiko tidak terbayarnya  piutang tidak seluruhnya  ditanggung oleh klien. Klien hanya menanggung resiko sebesar piutang  yang tidak dibiayai  atau tidak diberi uang muka oleh factor, sedangkan factor sendiri menaggung resiko  sebesar uang muka atau pembiayaan yang telah diberikan kepada kliennya.

Keterlibatan Customer Dalam Perjanjian

  1. a.       Disclosed Factoring

Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam disclosed factoring  adalah dengan sepengetahuan  (notifikasi atau pemberitahuan) pihak customer.

  1. b.       Undisclosed Factoring

Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam undisclosed factoring adalah tanpa sepengetahuan  (notifikasi atau pemberitahuan) pihak customer.

Lingkup Pelayanan

  1. a.       Domestic Factoring

Pihak-pihak yang terlibat dalam domestic factoring (atau anjak piutang domestik) berkedudukan dalam satu wilayah negara.

Supplier/Klien/Penjual

barang dan Jasa

Customer/Debitur/ Pembeli

Factor/Perusahaan

Anjak Piutang

1         3                    4         7                                                  2

5
6

 

Keterangan skema:

  1. Perjanjian
  2. Jual beli barang secara kredit
  3. Pengalihan/penjualan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan)
  4. Pembayaran (uang muka sejumlah x% dari nilai piutang)
  5. Penagihan
  6. Pelunasan  (100%)
  7. Pelunasan piutang (100% – uang muka x%)
  1. b.       International Factoring

Pihak-pihak yang terlibat dalam international factoring berkedudukan dalam wilayah negara yang berbeda, terutama perbedaan kedudukan antara  klien atau supplier dengan kedudukan customer.

v  Factor atau cabang  dari factor yang berkedudukan  sama dengan penjual dan memberikan pelayanan anjak piutang  kepada penjual  disebut dengan export factor.

v  Factor atau cabang dari factor  yang berkedudukan sama dengan pembeli dan memberikan  pelayanan anjak piutang kepada pembeli disebut  import factor.

Impor factor

Ekspor Factor

1      3      4      9                                                     6       7

2

Pembeli/Customer/

Debitur/Importir

Penjual/Supplier/

Klien/Eksportir

Wilayah negara B

Wilayah negara A

Keterangan skema:

  1. Perjanjian factoring yang melibatkan klien, export factor, import factor dan pembeli.
  2. Jual beli secara kredit
  3. Pengalihan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman barang)
  4. Pembayaran (uang muka sejumlah x%)
  5. Pelimpahan Penagihan (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman)
  6. Penagihan saat jatuh tempo  (menggunakan dokumen penjualan dan pengiriman)
  7. Pelunasan (100%)
  8. Pelunasan (100%)
  9. Pelunasan (100%-uang muka x%)

Manfaat

Bagi Klien

  1. Manfaat yang diterima melalui jasa pembiayaan antara lain adalah:

v  Peningkatan penjualan, adanya jasa pembiayaan memungkinkan  klien melakukan penjualan dengan cara kredit.

v  Kelancaran modal kerja, jasa anjak piutang  memungkinkan  klien untuk  mengkonversikan  piutangnya  yang belum jatuh tempo  menjadi dana  tunai dengan  prosedur  yang relatif  mudah dan cepat.

v  Pengurangan resiko tidak  tertagihnya piutang, pembiayaan  dengan skema  without recourse  memungkinkan  adanya pengalihan  sebagian resiko  tidak tertagihnya  piutang kepada factor.

  1. Manfaat yang diterima melalui jasa non-pembayaran  antara lain:

v  Memudahkan  penagihan piutang, jasa penagihan piutang  yang diberikan oleh factor menyebabkan  klien tidak  perlu secara langsung  melakukan  penagihan piutang pada customer.

v  Efisiensi usaha,  karena administrasinya dikelola oleh pihak (factor) yang sudah  lebih berpengalaman.

v  Peningkatan kualitas piutang, jasa administrasi penjualan memungkinkan  pemberian  fasilitas kredit  kepada pembeli secara selektif.

v  Memudahkan perencanaan cash flow, memungkinkan klien  melakukan perkiraan  waktu dan jumlah  piutang yang dapat ditagih.

Bagi factor

Berupa penerimaan dalam bentuk fee dari pihak klien. Fee tersebut terdiri dari :

  1. Discount fee/charge.

Fee ini dibayarkan oleh klien kepada factor karena factor memberikan  jasa pembiayaan (uang muka) atas piutang yang  diberikan oleh factor. Discount fee diperhitungkan  sebesar  persentase tertentu terhadap  besarnya pembiayaan yang diberikan atas  dasar:

v  Resiko tertagihnya

v  Jangka waktu

v  Rata-rata tingkat bunga perbankan

  1. Service fee/charge

Fee  ini dibayarkan  oleh klien kepada factor karena  factor  memberikan  jasa non-pembiayaan  yang nilainya  ditentukan sebesar  persentase tertentu dari  piutang  atas dasar beban kerja  yang akan dilakukan oleh factor. Semakin besar volume penjualan maka fee ini juga semakin besar. Semakin sulit  penagihan piutang, maka fee ini juga semakin besar.

Bagi Customer

Customer memperoleh manfaat berupa:

  1. Kesempatan  untuk  melakukan pembelian  dengan  cara kredit.
  2. Pelayanan  penjualan yang lebih baik.

Perbedaan antara Bank dan Factoring

Perbedaan antara anjak piutang dengan bank dapat dilihat :

bank

Factoring

Transaksi utang piutang penjualan barang secara
Proses utang ke aktiva produktif memakan waktu aktiva produktif beralih ke kas lebih cepat
Aktiva pasiva Kas dan utang bertambah Piutang berubah kas
Analisis kredit  1 pihak aja (nasabah) 2 pihak(supplier dan pembeli)
Agunan Wajib Tidak mutlak
Tingkat resiko Tinggi (resiko nasabah) Lebih tinggi(resiko klien dan nasabah)
Biaya  Bunga dan provisi  Service dan discount charge
Bantuan jasa Pembiayaan Pembiayaan dan non pembiayaan
Penanggung resiko Bank Supplier/factor

Kegiatan Anjak Piutang

Kegiatan anjak piutang pada dasarnya dapat dibagi menjadi beberapa jenis, namun dalam buku ini kami akan membedakan anjak piutang ke dalam 4 (empat) sudut pandang, yaitu dilihat dari segi skala kegiatan, dari segi penaggungan risiko, dari sudut pemberitahuan kepada customer, dan dari segi cara jasa yang diberikan.

Sebelum menerangkan tentang jenis – jenis anjak piutang berdasarkan 4 (empat) konsep tersebut, kami akan menerangkan terlebih dahulu konsep perdagangan barang atau jasa tanpa anjak piutang.

PERDAGANGAN TANPA ANJAK PIUTANG

PABRIKAN

  1. Penyerahan barang
  2. INVOICE

3. Pembayaran

CUSTOMER

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Definisi diatas menjelaskan bahwa jasa yang diberikan dalam suatu kegiatan atas anjak piutang adalah jasa pembiayaan dan jasa non pembiayaan atas piutang. Pada kenyataannya kedua jenis ini tidak harus selalu ada dalam perjanjian anjak piutang,perjanjian anjak piutang ada yang meliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya meliputi salah satu jenis jasa diatas. Pada dasarnya pilihan atas jenis jasa yang akan diberikan tergantung pada kesepakatan antar pihak factor dan pihak klien.

Kegiatan Anjak Piutang merupakan salah satu kegiatan dari perusahaan pembiayaan,di mana Perusahaan Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk :

1.Giro

2.Deposito

3.Tabungan

4.Surat Sanggup Bayar/Promissory Note

DAFTAR PUSTAKA

1.Rachmat,Budi;ANJAK PIUTANG,SOLUSI CASH FLOW PROBLEM;Jakarta;2003;PT Gramedia Pustaka Utama

2.Rachmat,Budi;MULTI FINANCE;Jakarta;2002;CV NOVINDO PUSTAKA MANDIRI

3.WWW.Tazkiaonline.com

4.WWW.DPLJKEU.com

5.WWW.SyariahMandiri.com

6.WWW.simas.com

One thought on “LAPORAN PERBANKAN “Anjak Piutang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s