SKRIPSI PENGARUH KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN KREDIT BERMASALAH TERHADAP PROFITABILITAS PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL, Tbk oleh Gabriela M.I Eman/090812003


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Lembaga keuangan adalah badan usaha yang kekayaannya terutama berbentuk aset keuangan (financial asset) atau tagihan (claims) dibandingkan dengan aset non keuangan (non financial asset). Lembaga keuangan terutama memberikan kredit dan menanamkan dananya dalam surat-surat berharga. Disamping itu lembaga keuangan juga menawarkan secara luas berbagai jenis jasa keuangan antara lain : simpanan, kredit, proteksi asuransi, program pensiun, penyediaan mekanisme pembayaran, dan mekanisme transfer dana. Oleh karena itu lembaga keuangan sangat besar pengaruhnya terhadap pereknomian. Masyarakat dan perusahaan sebagai pelaku perekonomian tidak lepas dari kegiatan yang berhubungan dengan lembaga keuangan baik dalam hal memperoleh dana maupun menginvestasikan dana. Dalam era golobalitas saat ini peran lembaga keuangan yang paling menonjol dan sering dipergunakan oleh masyarakat maupun perusahaan pada umumnya adalah peran lembaga keuangan Perbankan.

Bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk pinjaman dan mengeluarkannya dalam bentuk kredit, surat berharga, deposito dan instrument-instrument lain. Oleh karena itu peran bank sangat vital dalam perekonomian pada umumnya dengan memberikan layanan perbankan pada masyarakat. Sektor perbankan pula memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara antara pihak yang kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana.

Salah satu kegiatan yang umum dan lumrah yang dilaksanakan lembaga perbankan adalah kegiatan perkreditan. Dalam UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, disebutkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Kegiatan perkreditan juga merupakan aktivitas yang dilakukan perbankan dalam rangka memperoleh laba/profit.

Aktiva dapat diartikan sebagai jasa atau uang yang  belum berwujud sewaktu-waktu dapat dicairkan, sedangkan Aktiva Produktif  atau earning asset merupakan dana yang ditanamkan/disalurkan pada masyarakat yang tingkat kolektibilitas pengembaliannya lancar dan memberikan kontribusi terhadap laba perusahaan. Aktiva Produktif dapat berupa pos-pos yang produktif ataupun yang paling mengasilkan pada aktiva.

Kredit yang bermasalah NPL (Non Performing Loans) merupakan gambaran bagaimana dana yang ditanamkan perbankan pada pihak lain dengan harapan dapat dikembalikan beserta ketentuan bunganya atas kesepakatan bersama tidak ditetapi oleh penerima kredit, hal ini akan mempengaruhi kinerja dan profitabilitas bank pada umumnya. Kredit yang tidak tertagih atau macet akan mempengaruhi tingkat penyaluran kredit pada aktiva produktif, sehingga mengakibatkan manajemen akan bersedia mengeluarkan modalnya untuk membentuk cadangan kerugian aktiva atau Penyisihan Penghapusan aktiva, semakin besar dana ataupun modal sendiri maupun dana dari pihak luar yang dipergunakan untuk membentuk candangan kerugian aktiva akan semakin fatal resikonya terhadap kemampuan bank dalam memproleh laba (Profitabilitas).

Salah satu indikator utama yang dilaksanakan oleh perbankan untuk memberoleh laba adalah dengan memanfaatkan seluruh Aktiva Produktifnya, dapat berupa dalam bentuk kredit, surat berharga (SBI), penyertaan modal, dan penanaman dana pada bank lain untuk memperoleh penghasilan (Earning Assets). Aktiva Produktif yang  yang tingkat ketertagihan atau kolektibilitasnya tergolong kurang lancar (Kredit Bermasalah), penyisihan penghapusan aktiva produktif tersebut mengalami perubahan baik kenaikan maupun penurunan sehingga kemampuan bank untuk menghasilkan laba yang relatif menurun.

Apabila bank-bank mampu menekan rasio kredit bermasalah di bawah 5%, maka potensi keuntungan yang akan diperoleh akan semakin besar karena bank-bank akan menghemat uang yang diperlukan untuk membentuk cadangan kerugian kredit bermasalah yang berada pada pos utama dalam aktiva (Aktiva yang menghasilkan), ketentuan pembentukan cadangan kredit bermasalah wajib menggunakan formula yang ditentukan oleh BI, dimana kualitas aktiva produktif dihitung dengan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) yang penilaiannya sewaktu-waktu dapat berubah berdasarkan ketentuan. Dengan semakin kecilnya PPAP yang harus dibentuk bank-bank, maka laba usaha yang diperoleh menjadi semakin besar sehingga kinerja bank secara keseluruhan akan ikut membaik. Dengan demikian kredit bermasalah dan penyisihan penghapusan aktiva produktif merupakan faktor-faktor utama yang sangat penting dapat mempengaruhi besar kecilnya laba yang akan diperoleh perbankan.

Sebagai lembaga keuangan yang bergerak dalam jasa keuangan di Indonesia, PT Bank BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) yang menyediakan jasa perbankan dalam berbagai unit usaha berupa BTPN Purna Bakti (Tabungan pensiun dan Kredit Pensiun), BTPN Mitra Usaha Rakyat (Taseto dan Paketmu), BTPN Syariah (Paket Masa Depan, Tabungan dan Deposito), dan BTPN Sinaya (Tabungan, Deposito dan Giro). Dimana Produk utama dan yang paling dikenal adalah Paket Purna Bakti atau Pensiunan.

Sebagai Bank Swasta Nasional yang semula memiliki status sebagai Bank Tabungan kemudian berganti menjadi Bank Umum melalui Keputusan Menteri keuangan Republik Indonesia No. 055/KM.17/1993 pada tanggal 22 Maret 1993, Bank BTPN memiliki aktifitas perlayanan operasional kepada Nasabah, baik simpanan maupun pinjaman. Namun aktivitas utama Bank BTPN lebih  memfokuskan pada palayanan bagi para pensiunan dan pegawai aktif karena target utama Bank BTPN adalah pensiunan.

Pertumbuhan kinerja keuangan Bank BTPN sangat signifikan dibarengi dengan kebijakan manajemen yang terarah dan inovatif terutama dalam pemberdayaan progam mass market, dengan membuka peluang usaha yang cukup luas bagi masyarakat umum. BTPN sebagai lembaga keuangan yang telah go public yang sahamnya mulai tercatat di bursa efek Indonesia sejak 2008 dan setahun kemudian menambah bisnis pembiayaan untuk usaha mikro disamping dari portofolio layanan perbankan pensiun. Dengan beredarnya saham BTPN secara luas dan didirikanya unit usaha BTPN daya maka kinerja keuangan Bank BTPN secara keseluruhan sangat disorot dan menjadi bahan pertimbangan para investor dan nasabah BTPN pada Umunnya dalam berinvestasi dan mengunakan jasa lain bank ini.

Melihat kinerja keuangan Bank BTPN selama tiga tahun terakhir ini yang terus meningkat dimana asset BTPN meningkat 5 (lima) kali lipat. Dibandingkan dengan bank-bank papan atas kinerja keuangan BTPN tahun ini cukup bersaing. Laba Bersih naik 41,3% ke Rp 2,0 triliun, mencapai ROE sebesar 32,6%. Pada sisi aset Bank, pertumbuhan pinjaman BTPN purna bakti dan BTPN mitra usaha rakyat disertai pertumbuhan yang kuat dari btpn syariah – tunas usaha rakyat. Total pinjaman bertumbuh 28,2%, dengan btpn syariah-tunas usaha rakyat menunjukkan tingkat pertumbuhan tertinggi sejak usaha ini dimulai dari cakupan yang kecil. Pada sisi kewajiban, total dana pihak ketiga bertumbuh 26,5% mempertahankan Rasio Pinjaman atas Dana Pihak Ketiga (Loan to Deposit Ratio) pada tingkat aman yaitu sebesar 86%. (www.btpn.com/analisa_dan_pembahasan_manajemen_2012)

Melihat kinerja keuangan Bank BTPN yang terus meningkat secara signifikan, beberapa produk utama yang menjadi sumber pemasukan Bank BTPN dalam memperoleh keuntungan (profit) sangat menarik perhatian untuk dianalisa trend atau perkembanganya. Diantaranya adalah proses penyaluran kredit Bank BTPN dimana kredit bermasalah (Non Performing Loans) Bank BTPN berada diposisi pertama diantara seluruh Bank Umun di Indonesia dimana Bank BTPN menekan tingkat Non Performing Loansnya (NPL) selalu dibawah 1%, ,menjadi peringkat pertama Bank di Indonesia yang dapat menekan kredit bermasalanya dibawah 1% sesuai dengan tingkat ketentuan NPL yang ditetapkan oleh BI. (http://www.btpn.com/laporan_keuangan_2012)

Tingkat penyaluran kredit dan kredit bermasalah sangat mempengaruhi kinerja Bank BTPN secara keseluruhan mencakup tingkat Penyisihan Pengahapusan aktiva produktif yang juga akan berpengaruh terhadap profitabilitas Bank BTPN secara keseluruhan, dikarenakan aktiva yang paling produktif dan merupakan pos utama dalam arus kas pada Bank BTPN adalah tingkat profitabilitas penyaluran kredit, terutama kredit pensiun yang dapat menekan tingkat NPL atau kredit bermasalah.

Oleh karena Kualitas Aktiva Produktif dan Kredit bermasalah merupakan indikator-indikator utama dalam menilai kenerja Bank BTPN, setiap peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan kredit kurang lancar ataupun bermasalah akan mempengaruhi Pengahapusan Penyisihan Aktiva Produktif pada Asset dan  keduanya akan mempengaruhi tingkat profitabilitas pada Bank BTPN.

Peneliti sangat tertarik untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Kualitas aktiva produktif (KAP) dan Kredit bermasalah terhadap Profitabilitas Pada PT Bank Tanbungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk, oleh karena itu berdasarkan uraian di atas peneliti mengambil judul ”PENGARUH KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN KREDIT BERMASALAH TERHADAP PROFITABILITAS PT. Bank BTPN Tbk.”

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas rumusan masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan aktiva produktif dan kredit bermasalah serta pengaruhnya terhadap profitabilitas PT. Bank BTPN Tbk.

1.3. Tujuan

Sesuai dengan rumusan permasalahan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :

Menganalisa pengaruh Kulitas Aktiva Produktif dan Kredit Bermasalah terhadap Profitabilitas PT. Bank BTPN, Tbk.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dalam penulisan ini :

  1. Bagi Perusahaan

Bagi perusahaan penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan pertimbangan untuk menilai tingkat kesehatan perusahaan.

  1. Bagi Penulis

Dapat menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman dalam bidang penelitian dan merupakan wujud dari aplikasi ilmu pengetahuan yang didapat selama perkuliahan.

  1. Bagi Akademis

Bagi para akademisi, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan perbandingan untuk penelitian lebih lanjut

 

 

Untuk Membaca dan Mendownload Secara Lengkap SKRIPSI di atas Click link di bawah ini :

SKRIPSI PENGARUH KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF DAN KREDIT BERMASALAH TERHADAP PROFITABILITAS PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL, Tbk (Gabriela M.I Eman) admnistrasi bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s